Tampilkan postingan dengan label ROKOK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROKOK. Tampilkan semua postingan

Poster: The Benefits of Quitting

the benefits of quitting... See poster text below.

Available singly or in bulk.

Also available in Spanish.

Compared to smokers, your…

Stroke risk is reduced to that of a person who never smoked after 5 to 15 years of not smoking

Cancers of the mouth, throat, and esophagus risks are halved 5 years after quitting

Cancer of the larynx risk is reduced after quitting

Coronary heart disease risk is cut by half 1 year after quitting and is nearly the same as someone who never smoked 15 years after quitting

Chronic obstructive pulmonary disease risk of death is reduced after you quit Lung cancer risk drops by as much as half 10 years after quitting

Ulcer risk drops after quitting

Bladder cancer risk is halved a few years after quitting

Peripheral artery disease goes down after quitting

Cervical cancer risk is reduced a few years after quitting

Low birth weight baby risk drops to normal if you quit before pregnancy or during your first trimester

Diposting oleh SUPER HERBALIS Kamis, 10 Desember 2009 0 komentar

Iklan Rokok Yang Bikin Orang Berhenti Merokok ! Feb 2, '09 8:36 PM
for everyone


anti rokokIndonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, tapi ironisnya menjadi 2 terbelakang dalam hal perilaku yang mencerminkan adanya kesadaran akan bahanya rokok.

Ada Yang berBeda di Sini…Apa?

Foto dari iklan rokok negara-negara sedunia ada di sini (mungkin belum lengkap) tapi sudah lebih banyak dari bagian pertama.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, tapi ironisnya menjadi 2 terbelakang dalam hal perilaku yang mencerminkan adanya kesadaran akan bahanya rokok.

Di bawah ini adalah sejumalh foto iklan yang terdapat di berbagai negara di dunia ini. Indonesia juga ada. Alhamdulillah..walaupun kenyataannya kita gak pernah dapati proporsi iklan rokok yang sebanding dengan iklan anti rokok. OK..silahkan melihat-lihat

Bener gak sih…kebanyakan merokok sampai melahirkan pun yang jadi bayi rokoknya. Mungkin si Ibu ini menyayangi rokok melebihi aanak2, teman2, dan juga suaminya…so ketika melahirkan dia lebih prefer rokok daripada manusia.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

anti_smoking_ads_032

anti_smoking_ads_411

anti_smoking_ads_181

anti_smoking_ads_101

anti_smoking_ads_091

anti_smoking_ads_081

anti_smoking_ads_061

anti_smoking_ads_041

anti_smoking_ads_44

anti_smoking_ads_52

anti_smoking_ads_45

anti_smoking_ads_48

anti_smoking_ads_49

anti_smoking_ads_50

Lama-lama rokok akan menggerogoti umur kamu senikmat sebatang rokok yang bisa berarti hilangnya 1 hari jatah umurmu.
anti_smoking_ads_51

http://banabakery.wordpress.com/2009/02/01/19-foto-yg-bikin-stop-merokok-optimis-dong/
Prev: 10 Iptek Terbesar Masa Depan Yang Mengagumkan

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Prevalensi Anak Merokok 26,8 Persen
Pelajar Jakarta Menunjukkan gelang jari bertulis "No Tobacco" pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2007 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 478

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 478

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 485

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 485

Jumat, 18 Januari 2008 | 19:08 WIB

JAKARTA, JUMAT - Anak-anak Indonesia kini dalam bahaya karena mereka merokok sejak usia dini. Prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun mencapai 26,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia, 234 juta jiwa.

Permasalahan merokok pada anak adalah bencana nasional yang harus segera ditangani. Karena itu, Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak mendesak pemerintah melarang secara menyeluruh iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengemukakan hal itu, Kamis (17/1), setelah mengekspose hasil penelitian Komnas Perlindungan Anak bersama Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) dan Tobacco Control Support Center-IAKMI, yang dilakukan Januari-Oktober 2007. "Iklan rokok merupakan monster bagi anak-anak karena ia dengan mudah terpengaruh," ujarnya.

Zulazmi Mandu, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka, yang juga memaparkan hasil penelitiannya di Komnas Perlindungan Anak, mengungkapkan, sedikitnya satu dari lima remaja di DKI Jakarta mengaku timbul keinginan untuk menyalakan rokok sesaat setelah melihat iklan rokok.

Seto Mulyadi yang didampingi Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menjelaskan, tren usia inisiasi merokok menjadi makin dini, yakni usia 5-9 tahun. Perokok yang mulai merokok pada usia 5-9 tahun mengalami lonjakan paling signifikan, dari 0,4 persen pada tahun 2001 menjadi 1,8 persen pada tahun 2004. Tahun 2007, meski belum punya angka pasti, diyakini akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2004.

Dalam pantauan Komnas Perlindungan Anak, menurut Seto Mulyadi, sepanjang Januari-Oktober 2007 terdapat 2.848 tayangan televisi yang disponsori rokok di 13 stasiun televisi. Juga tercatat 1.350 kegiatan yang diselenggarakan/disponsori industri rokok, seperti kegiatan musik, olahraga, film layar lebar, seni dan budaya, hingga keagamaan.

"Pada acara-acara ini kerap kali industri rokok membagi-bagikan rokok gratis kepada pengunjung tanpa pandang usia, kendati bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003," ujarnya.

Larang Iklan Rokok

Iklan rokok dan kegiatan-kegiatan yang disponsori industri rokok menimbulkan keinginan remaja merokok, yang akhirnya menjadi perokok tetap. Karena itu, sebuah regulasi yang melindungi anak dan remaja dari maraknya iklan dan kegiatan sponsor rokok mutlak diperlukan.

"Larangan menyeluruh terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok dalam berbagai kegiatan adalah salah satu upaya melindungi anak-anak dari kecanduan terhadap tembakau," kata Seto.

Demi kepentingan terbaik bagi anak dan menyelamatkan generasi muda bangsa dari dampak bahaya tembakau, lanjut Seto, Komisi Nasional Perlindungan Anak mengimbau kepada pemerintah untuk, pertama, membuat regulasi yang melarang secara komprehensif segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Kedua, mengatur praktik tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dilakukan industri rokok agar tidak menggunakan merek rokok maupun nama perusahaan karena bisa merupakan iklan terselubung. (NAL)

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Sama Sulitnya, Lepas dari Ganja atau Rokok

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 478

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 478

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 485

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 485

Rabu, 6 Februari 2008 | 14:46 WIB

WASHINGTON, SELASA - Awalnya memang hanya mencoba-coba, tapi lama-lama bisa jadi ketagihan atau kecanduan. Itulah yang terjadi jika Anda mengenal beberapa benda yang bisa menyebabkan kecanduan seperti rokok, ganja atau pun narkoba.

Sekali menghisap tembakau atau ganja misalnya, Anda mungkin bisa merasakan efeknya. Padahal untuk melepaskan diri dari jerat kedua jenis candu ini tidaklah mudah. Sebuah penelitian mengungkapkan, melepaskan diri dari kecanduan ganja atau mariyuana sama sulitnya dengan menghentikan kebiasaan merokok tembakau.

Adalah peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore yang membuat kesimpulan ini setelah melakukan sebuah studi kecil yang melibatkan 12 orang dewasa pecandu berat ganja dan rokok. Dari penelitian terungkap bahwa seseorang yang menghentikan kebiasaan menghisap ganja akan mengalami sakaw atau gejala kemunduran (withdrawal symptoms) yang sama dengan orang yang berupaya menghentikan kebiasaan merokok

Seperti halnya gejala kemunduran pada nikotin, dari penelitian terlihat bahwa menghentikan ganja juga dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah seperti emosi yang mudah meluap, cemas, susah tidur dan sulit berkonsentrasi.

"Beberapa orang mungkin akan membuat Anda yakin bahwa ganja tidaklah berbahaya," ungkap pimpinan riset Ryan Vandrey, seorang asister profesor dari bagian Psikiatri Johns Hopkins University School of Medicine

Namun, lanjut Vandery, sejumlah penelitian lain telah membuktikan bahwa fakta tentang "sindrom gejala kemunduran ganja" itu memang ada "Temuan ini memberikan bukti akan signifikansinya," tegas Vandrey.

Walau begitu, dari penelitian ini belum jelas apakah gejala kemunduran ganja akan menrintangi keberhasilan seseorang untuk sembuh atau lepas dari kecanduan. Tetapi Vandrey mengatakan bahwa survey sebelumnya terhadap pengguna ganja yang tengah menjalani terapi menunjukkan bahwa orang yang mengalami gejala kemunduran cenderung lebih sulit untuk sembuh.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Drug and Alcohol Dependence ini, Vandrey dan rekannya melibatkan para pecandu pria dan wanita yang menggunakan mariyuana setidaknya empat kali sehari dan merokok rata-rata 20 batang sehari. Tidak satu pun dari pecandu ini punya keinginan untuk berhenti atau melepaskan dari candu.

Vandrey dan timnya lalu meminta relawan pecandu ini untuk berhenti sementara dalam tiga periode berbeda masing-masing selama lima hari. Periode pertama, pecandu harus berhenti merokok, periode lainnya pecandu harus puasa dari ganja, dan peride terakhir para pecandu harus melupakan kedua jenis tersebut .

Dari pengamatan setiap kelompok secara keseluruhan, peneliti penemukan gejala kemunduran pada periode ganja sama parahnya dengan gejala kemunduran nikotin atau tembakau. Namun begitu, gejala kemunduran ini tidak mencapai titik terburuk ketika para pecandu harus puasa dari kedua jenis tersebut.

Penemuan ini, menurut Vandrey, seharusnya dapat membantu para pecandu berat ganja mendapatkan masukan tentang apa yang mereka bayangkan soal kata "kemunduran". Penelitian lain sejauh ini masih terus mencari cara untuk meringankan gejala ini misalnya pengobatan dengan menggunakan THC, bahan aktif dalam ganja.

Vandrey menambahkan pula, obat-obat tidur juga memiliki potensi menyembuhkan, karena buruknya kualitas tidur seringkali menjadi bagian dari kemunduran, meski sejauh ini belum diteliti lebih jauh.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Hadiah Jutaan Rupiah untuk Perokok
Selasa, 24 Juni 2008 | 11:15 WIB

MEMBERIKAN iming-iming hadiah sejumlah uang kepada para pecandu supaya mau lepas dari jeratan rokok tampaknya dapat dipertimbangkan menjadi solusi baru, khususnya kepada masyarakat miskin.

Setidaknya upaya tersebut telah mulai dilakukan Depkes Skotlandia di sebuah wilayah itu. Para perokok di wilayah termiskin di kota Dundee ditawari hadiah voucher belanja senilai 150 poundsterling atau sekitar Rp 2,7 juta untuk waktu tiga bulan bila berhasil melepaskan diri dari kecanduan rokok.

Para partisipan akan mendapatkan dana belanja kebutuhan sebesar 12,5 poundsterling per minggu selama 12 pekan dari Depkes kota Tayside jika mereka dinyatakan lolos dalam tes karbon monoksida. Tes inilah yang nantinya akan membuktikan apakah napas dan paru-paru mereka benar-benar bersih dan sudah tidak merokok. Bantuan tersebut akan ditransfer ke dalam sebuah kartu elektronik, dan tidak dapat digunakan untuk membeli rokok atau minuman beralkohol.

Di kota Dundee, terdapat sekitar 36.000 perokok dan hampir setengahnya tinggal di wilayah permukiman miskin. Skema atau model yang sama juga telah diterapkan dalam proyek yang ditujukan mengajak para wanita hamil untuk berhenti merokok. "Tahun lalu Pemerintah Skotlandia menantang depkes di wilayah Tayside untuk mengatasi masalah merokok di wilayah miskin. Proyek ini mencoba untuk memberikan solusi dan jika sukses akan disebarkan secara nasional," ungkap Sandy Watson, Ketua Dewan Kesehatan.

"Rokok adalah masalah yang sulit diatasi di Dundee, tetapi kita berharap dengan pendekatan inovatif ini para perokok akan terpacu berhenti merokok demi kebaikannya. Dan oleh sebab itu pula mereka akan membuat perbedaan besar untuk kesehatannya jangka panjang," tambahnya.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Kecanduan Rokok, Bisa Dipicu Faktor Gen
Selasa, 12 Agustus 2008 | 10:59 WIB

MASIH ingatkah Anda dengan pengalaman pertama merasakan sebatang rokok? Menghisap tembakau bagi kebayakan orang akan membuat mereka mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan seperti mual-mual, sesak nafas, batuk dan sinyal lain dari otak yang menyatakan penolakan.

Tetapi bagi sebagian orang, pengalaman itu bisa dirasakan berbeda dan justru akan membawa gelombang kenikmatan. Bila Anda termasuk orang-orang yang berada dalam kelompok ini, bisa jadi Anda memiliki jenis atau tipe gen tertentu yang memicu efek kecanduan.

Berdasarkan hasil riset para ahli yang dimuat jurnal Addiction, gen ini bukan hanya meningkatkan risiko mengalami kecanduan, tapi juga terlibat dalam perkembangan kanker paru-paru. "Jika anda memiliki varian ini, Anda akan menyukai pengalaman paling awal dengan rokok," ungkap Ovide Pomerleau, pemimpin riset dari University of Michigan Medical School seperti dikutip Xinhuanet.

Pomerleau menyatakan, temuan tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, merokok sekalipun hanya satu batang adalah suatu gagasan buruk. Namun sesungguhnya ini juga bisa jadi seperti perangkap."Apa yang tak mereka sadari ialah jika mereka memiliki jenis susunan gen ini dan mereka berada di jalur menuju ketergantungan," katanya. Dan hal ini akan meningkatkan resiko terserang penyakit kanker paru-paru.

Penelitian yang digagas Pomerleau adalah bagian dari fakta meningkatnya pemahaman mengenai faktor genetik yang berperan terhadap kecanduan nikotin dan kanker paru-paru. Beberapa ilmuwan juga melaporkan awal pekan ini bahwa perokok yang memiliki perubahan tertentu dalam tiga gen reseptor nikotin --yang mengendalikan masuknya nikotin ke dalam sel-sel otak- lebih besar kemungkinannya terserang kanker paru-paru dibandingkan dengan perokok lain.

Pekan ini, peneliti Kanada mengatakan bahwa dengan memanipulasi reseptor zat kimia dopamin, mereka dapat mengendalikan keinginan tikus menggunakan nikotin. Di dalam lab, peneliti mampu merekayasa tikus mana yang menikmati paparan pertama terhadap nikotin dan tikus mana yang menolaknya.

Pomerleau mengatakan riset tersebut mungkin dapat menjadi pintu gerbang bagi ditemukannya terapi baru bagi pecandu nikotin dan percobaan untuk menilai risiko kecanduan nikotin. Rokok mengakibatkan sembilan dari 10 kasus kanker paru-paru, penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di seluruh dunia dan penyebab utama kedua kematian pada perempuan.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Melly Febrida - detikNews

Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi berhenti merokok bukan perkara sepele. Maklum saja, rokok memiliki memiliki sifat candu, seperti halnya narkotika dan obat-obat terlarang. Namun kini ada obat sehingga perokok bisa berhenti mengisap sigaret lebih mudah. PT Pfizer meluncurkan obat yang mengandung Varenicline, zat aktif yang merupakan garam tartrat. Sifat zat ini agonis parsial dan sangat selektif pada reseptor. Namun pengonsumsi obat ini perlu dukungan dari keluarga dan lingkungan. Selama ini, mereka yang ingin stop merokok sering gagal karena peranan nikotin yang sangat besar. "Nikotin yang terhirup bersama asap rokok akan diterima oleh reseptor otak yang kemudian mengeluarkan dopamine. Zat inilah yang memberi efek nikmat dan menenangkan," kata Medical Director PT Pfizer Irawan Rustandi di Hotel The Sultan, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (4/10/2007).

Menurut Rustandi, pada saat tidak merokok, kadar dopamine juga menurun sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman serta stres. Akibatnya, perokok kembali harus merokok. Obat yang dirilis PT Pfizer tersebut, yang merupakan obat non-nikotin pertama, secara spesifik diciptakan untuk stop merokok. Kerjanya pun unik dengan menghalangi menempelnya nikotin pada reseptor di otak sehingga dapat mengurangi rasa nikmat dan nyaman (efek reward) yang ditimbulkan karena merokok. Selain itu, obat ini juga menstimulasi pelepasan dopamin secara parsial sehingga mengurangi gejala craving (berupa gejala sulit berkonsentrasi, bad mood, pusing) saat seseorang mulai stop merokok. Obat ini telah melalui berbagai penelitian medis dengan menguji keampuhan dan keamanan obat.

Obat ini telah melalui berbagai penelitian medis dengan menguji keampuhan dan keamanan obat. Obat non-nikotin ini menurunkan keinginan kembali merokok, yang merupakan gejala ketergantungan dari pengurangan kadar nikotin. Obat ini juga memiliki efek antagonis yang mengurangi rasa nikmat yang itimbulkan apabila pasien merokok kembali. Namun harga obat ini cukup menguras kantong. Untuk 14 hari pemakaian saja harganya Rp 378 ribu. Padahal obat ini sebaiknya dikonsumsi selama 3 bulan agar ketagihan rokok benar-benar musnah. Obat dengan merek dagang Champix ini bisa didapat di apotek mana saja tapi harus memakai resep dokter. (mly/nrl)

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Rokok Itu Haram!…?…?!

Suatu malam, dua orang kakak-beradik, Lucky dan Starky, duduk di atap balkon rumahnya, dan memulai pembicaraan…

Menurutmu dunia ke depan akan seperti apa?

Dunia ke depan akan semakin kacau. Itu karena penduduk dunia akan semakin banyak, lapangan kerja semakin sedikit, hiburan akan semakin mahal, banyak orang akan menjadi stres karena hal itu.

Apa yang akan kamu lakukan?

Aku akan membuat sesuatu yang bisa mengurangi jumlah penduduk dunia secara kasat mata, manusia akan berkurang setiap harinya. Tidak begitu kentara, tapi pasti ada yang mati setiap harinya karena barang ciptaanku.

Bagaimana mungkin? Engkau akan membuat senjata pemusnah massal?

Tergantung bagaimana masyarakat dunia menanggapi penemuanku itu. Tapi barang ciptaanku itu juga akan menjawab masalah dunia yang lain. Akan ada banyak lapangan kerja karena barang itu, banyak panggung hiburan akan aku support dari sebagian kecil keuntungan hasil penjualan barang itu, dan orang akan menyukai barang itu karena mereka menganggap itu sebagai ‘obat stres’ untuk mereka. Walaupun mereka tahu itu akan membunuh mereka secara perlahan, tapi barang itu membuat kemampuan mereka untuk berpikir akan menurun. Sehingga mereka lama-lama tidak berpikir akan hal itu. Bahkan sebagian dari mereka akan sangat menginginkan ciptaanku itu, melebihi apapun.

Apa yang akan kau buat? Kedengarannya menarik

hahaha… kau belum mencobanya saja sudah bilang begitu. Ciptaanku itu akan kuberi nama ROKOK.

Walaupun itu hanya pembicaraan fiktif, tapi saya pikir, mungkin itulah yang dipikirkan oleh penemu rokok ratusan tahun yang lalu.

Sesuatu yang akan selalu menimbulkan kontroversi hingga sekarang. Kontroversi seperti layaknya saat kita membicarakan, “apa yang salah dengan menggunakan narkotika, seks bebas, dan pornografi?”

Di satu sisi, pengguna rokok (seperti halnya pemakai narkotik, pelaku seks bebas, dan penikmat pornografi) akan mempertanyakan mengapa merokok tidak boleh. Toh, (kata mereka) rokok itu bisa mempekerjakan banyak orang, jadi sponsor banyak kegiatan (ada yang bilang, “merokoklah yang banyak, biar liga Indonesia tambah bagus), dan lain sebagainya.
Sebagai pemakai narkotik, juga akan berkata demikian. Dengan pembelaan lain tentunya… “toh, kami juga gak merugikan sapa-sapa, uang untuk membeli narkotik juga uang kami (tapi jangan tanya darimana kami memperolehnya). Narkotik juga mempekerjakan banyak orang (pembuat, pemasok, pengedar). Dan, yang mungkin kalian tidak banyak yang tahu, narkotik juga sedikit banyak menjalankan roda ekonomi dunia.”

Pelaku seks bebas dan penikmat pornografi juga memiliki pembelaan yang sama… sama seperti yang dipertanyakan konsumen rokok, saat rokok dinyatakan haram.

Cuma yang saya tidak habis pikir, kenapa sampai sekarang cuma rokok, barang haram (karena mirip narkotik) yang tidak diharamkan secara resmi? Baru ada perarturan daerah, belum jadi undang-undang, yang memberi SANKSI TEGAS bagi penggunanya, sama seperti pengguna narkotik, pelaku seks bebas, miras, dan pornografi. Padahal, sama-sama merusak!

Apa karena rokok itu menghasilkan banyak uang buat negara? Saya mau bilang, “Pak SBY, kalau bapak melegalkan pelacuran, narkotika, dan minuman keras., sektor-sektor itu juga akan membuat bertambah pemasukan negara. Gak percaya? Buktikan saja.

Atau karena para alim ulama, tokoh masyarakat, petinggi negara, dan orang penting lainnya di dunia ini, sudah akrab dengan yang namanya rokok dari awal, dari sejak mereka beranjak dewasa?

Mungkin juga karena dunia sudah salah kaprah, melihat rokok sudah warisan budaya turun temurun, sehingga rokok dianggap hal yang wajar. “Kakek moyang gue aja perokok tuh, masak salah kalo keturunannya jadi perokok?”
Kalo gitu, narkotika, minuman alkohol, seks bebas, juga merupakan warisan budaya. Benar kan?

Mungkin jawabannya… rokok itu gak merusak akhlak manusia.(?) Beda sama hal haram yang lain. Tapi, apakah udah ada bukti kalo merokok itu gak merusak akhlak? Lha wong buat orang yang gak merokok, seorang perokok itu bisa disebut pengganggu. Jadinya nyusahin orang lain.
Rokok juga bisa jadi jembatan menuju narkotik dan hal haram lainnya kan? Sama seperti pakaian minimalis, tontonan adegan kiisng lips, atau minuman “low alkohol”. Hal-hal itu juga gak dilarang, tapi bisa menjadi “batu loncatan” ke hal-hal yang diharamkan.

Jadi, rokok itu…?

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Rokok: Haram ato ‘halam’ ?

Akhirnya fatwa MUI terhadap rokok sudah keluar…

Sumber: http://www.detiknews.com/

Tapi ada yang mengganjal, standar ganda. Ya, rokok diharamkan bagi mereka yang masih anak-anak, remaja dan wanita hamil. Bagi yang dewasa ? Nah lo … seakan jadi ‘halam’ alias antara halal-haram a.k.a makruh.

Rokok diharamkan bagi anak-anak, remaja, wanita hamil. Merokok di tempat umum juga haram, ujar Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan hasil Ijtima’ Ulama Fatwa III MUI di Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sumatera Barat

Setidaknya kalau dilihat dari kacamata sederhana saya sebagai orang awam, jelas merokok banyak efek negatifnya bila dibandingkan dengan manfaat yang didapat. Pemerintahpun secara tegas memperingatkan (walau gak berpengaruh), baik di setiap bungkus rokok, maupun di setiap iklan-iklan rokok. Entah itu iklan di media elektronik, media cetak (surat kabar, spanduk, umbul-umbul, dsb). Kalau tidak salah, sekitar 20-25% dari ruang iklan/produk yang ada harus disertakan ‘tausyiah’ ini.

Peringatan Pemerintah:

Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin

Tapi, peringatan tinggalah peringatan. Ibarat angin lalu..

Mencoba mengambil fatwa yang telah dikeluarkan MUI-nya Saudi (Fatwa al Lajnah ad Daimah li al Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al Ifta) :

Sesungguhnya Allah ta’ala mengutus Nabi Muhammad dengan petunjuk-Nya dan agama yang hak, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dan membersihkan serta mensucikan hati mereka dari kotoran kekufuran dan kefasikan dan membebaskan mereka dari belenggu penghambaan kepada selain Allah ta’ala.

Dia (Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Was Salam) membersihkan manusia dari kesyirikan dan kehinaan kepada selain Allah dan memerintahkannya untuk beribadah hanya kepada Allah semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut.

Dia juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk yang dapat merusak hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya dengan akhlak mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk pribadi muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik dan mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya.

Termasuk yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok, karena berbahaya bagi fisik dan mendatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang yang baik, dan Allah ta’ala adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.

Berikut akan kami kemukakan beberapa fatwa dari para ulama terkemuka tentang hukum rokok : “Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya. Karena didalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits :

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ أخرجه الإمام أحمد في المسند ومالك في الموطأ وابن ماجة

“ Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan At Turmuzi)

Demikian juga (rokok diharamkan) karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits), sedangkan Allah ta’ala ketika menerangkan sifat nabi-Nya berfirman: “dia menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk“ (Al A’raf : 175)

Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia.
Ketua: Abdul Aziz bin Baz
Wakil Ketua: Abdurrazzak Afifi.
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan –
Abdullah bin Quud.

“Merokok diharamkan, begitu juga halnya dengan Syisyah, dalilnya adalah firman Allah ta’ala: “Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang terhadap diri kalian “ (An-Nisa : 29)

“Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran” (Al-Baqarah : 195)

Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman Allah ta’ala:

(وَلاَ تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمْ الَّتِى جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا ( النساء : 5

“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan..” (An Nisa:5)

Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.

Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta. Rasulullah bersabda:

{ لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ }

Syekh Muhammad bin Sholeh bin ‘Utsaimin
Anggota Lembaga Majlis Ulama Kerajaan Saudi Arabia

“Telah dikeluarkan sebuah fatwa dengan nomor: 1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut: “Tidak dihalalkan memperdagangkan rokok dan segala sesuatu yang diharamkam karena dia termasuk sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada tubuh, rohani dan harta.

Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمِ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ اْلأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيْهِ إِلاَّ أَنْ تُغْمِضُوا فِيْهِ (ألبقرة:267

“ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya “ (Al Baqarah: 267)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “ Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik “ (al Hadits)

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

(Dinukil dari : عفواً ممنوع التدخين | Maaf, dilarang MEROKOK oleh Thalal bin Sa’ad Al ‘Utaibi)

Memang saya, dan seluruh elemen masyarakat ini harus lebih banyak lagi belajar, dan belajar. Belajar untuk memahami arti hidup dan kehidupan. Belajar dan mengamalkan apa yang telah didapatkan. Mereka (para ‘ahlul hisap’) juga butuh proses untuk menghentikan rutinitasnya. Bisa jadi mereka adalah orang-orang terdekat: Ayah, kakak maupun saudara-saudara kita.

DATA & FAKTA

Satu batang rokok yang dibakar mengeluarkan sekitar 4 ribu bahan kimia. Menurut Dr. R.A. Nainggolan (1998), terdapat beberapa bahan kimia yang ada dalam rokok. Di antaranya :

Tar
sejenis cairan kental berwarna cokelat tua atau hitam. Tar terdapat dalam rokok yang terdiri dari ratusan bahan kimia yang menyebabkan kanker pada hewan. Bilamana zat tersebut diisap waktu merokok akan mengakibatkan kanker paru-paru.

Karbon Monoxida
sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon. Zat ini sangat beracun. Jika zat ini terbawa dalam hemoglobin, akan mengganggu kondisi oksigen dalam darah.

Acrolein
merupakan zat cair yang tidak berwarna, seperti aldehyde. Zat ini sedikit banyaknya mengandung kadar alkohol. Artinya, acrolein ini adalah alkohol yang cairannya telah diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.

Nikotin
adalah cairan berminyak yang tidak berwarna dan dapat membuat rasa perih yang sangat. Nikotin ini menghalangi kontraksi rasa lapar. Itu sebabnya seseorang bisa merasakan tidak lapar karena merokok.

Formic acid
sejenis cairan tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat membuat lepuh. Cairan ini sangat tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat menyebabkan seseorang seperti merasa digigit semut.

Ammonia merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Zat ini sangat tajam baunya dan sangat merangsang. Begitu kerasnya racun yang ada pada ammonia sehingga kalau disuntikkan (baca: masuk) sedikit pun kepada peredaraan darah akan mengakibatkan seseorang pingsan atau koma.

Hydrogen cyanide
sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk menghalangi pernapasan. Cyanide adalah salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja cyanide dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian.

Formaldehyde
sejenis gas tidak berwarna dengan bau yang tajam. Gas ini tergolong sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini juga sangat beracun keras terhadap semua organisme-organisme hidup.

Nitrous oxide
sejenis gas yang tidak berwarna, dan bila terisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan mengakibatkan rasa sakit. Nitrous oxide ini adalah jenis zat yang pada mulanya dapat digunakan sebagai pembius waktu melakukan operasi oleh para dokter.

Phenol
merupakan campuran dari kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organik seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan, karena phenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.

Hydrogen sulfide
sejenis gas yang beracun yang gampang terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi yang berisi pigmen).

Acetol
adalah hasil pemanasan aldehyde (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak) dan mudah menguap dengan alkohol.

Pyridine
sejenis cairan tidak berwarna dengan bau yang tajam. Zat ini dapat digunakan mengubah sifat alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama

Methyl chloride
adalah campuran dari zat-zat bervalensi satu antara hidrogen dan karbon merupakan unsurnya yang terutama. Zat ini adalah merupakan compound organis yang dapat beracun.

Methanol
sejenis cairan ringan yang gampang menguap dan mudah terbakar. Meminum atau mengisap methanol dapat mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.

KEUNTUNGAN ?

Tenang, memang dengan merokok kita mendapatkan ‘manfaat’ atau keuntungan. Bisa dilihat dari ciri-ciri pelaku-nya. Berikut di antaranya ciri-ciri perokok + ‘kelebihannya’ :

  1. Perokok awet muda, karena sebelum tua biasanya lebih cepat mati.. efek dari zat-zat ‘penghancur’ organ-organ tubuh tersebut di atas. Tentunya mutlak atas kehendak Allah SWT…
  2. Perokok rumahnya aman, karena tiap malam batuk melulu.
  3. Perokok paling dermawan, karena rajin nyumbang ke dokter dan rumah sakit untuk pengobatan paru-paru, jantung, ginjal, dan lain-lain.
  4. Perokok mengurangi persaingan kerja, karena wanita perokok anaknya pada idiot (terkena semacam Syndrom).
  5. Perokok tempat mengumpulkan ‘amal bagi orang, karena menyiksa orang dengan asapnya di bis, mikrolet, atau tempat umum lainnya. Kecuali bagi perokok yang gak egois misalnya, asap rokok tidak dikeluarkan, melainkan tetap ditahan di dalam … :-D
  6. Perokok mempunyai musik seumur hidupnya, (suara nafasnya ngik-ngiiik).
  7. Perokok hidup bebas, nggak pernah baca doa sebelum ngerokok.
  8. Perokok membuat suasana kantor lebih rame. Yang tadinya full-ac, jadi full-asep.

So, Masih mau merokok ?

dari berbagai sumber…

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Perokok Pasif Tampung 75 Persen Asap Rokok
Senin, 11 Mei 2009 | 23:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi siapapun yang tidak merokok, informasi yang dikeluarkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencengangkan. Bagaimana tidak, ternyata perokok aktif hanya menghisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya untuk yang mengisap asapnya.

Tidak itu saja, mereka yang tidak merokok atau perokok pasif juga ketambahan separuh asap yang diembuskan si perokok. Yang jelas, dari hembusan asap rokok tersebut para perokok pasif mengisap 4.000 jenis bahan kimia saat terpapar asap rokok orang lain.

Dari sekian banyak bahan kimia tersebut ada 3 jenis bahan kimia beracun yang paling mematikan di dalam asap rokok. Bahan tersebut adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan kanker.

Nikotin adalah racun yang menyebabkan kecanduan. Zat yang dapat bergabung dengan zat beracun lain ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sedangkan karbon monoksida adalah gas beracun yang menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.

Nah, YLKI menuliskan dengan amat jelas, para perokok pasif mengisap tar tiga kali lebih banyak, nikotin tiga kali lebih banyak, dan karbon monoksida lima kali lebih banyak daripada si perokok sendiri.

Fakta ini tidak bisa dianggap remeh jika melihat berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan dari asap rokok. Asap rokok itu meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru hingga 30 persen. Selain itu juga terkait dengan penyakit kronis lainnya seperti kanker mulut, kanker lambung dan kanker hati bisa meningkat hingga 8,17 kali lebih besar.

Asap rokok juga berdampak pada kehamilan dengan resiko bayi prematur, sindroma kematian bayi mendadak, pertumbuhan janin terhambat dan keguguran.

Terakhir, anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Selain penyakit napas, anak tersebut juga berisiko terkena penyakit telinga tengah dan mengalami keterlambatan pertumbuhan dan menurunnya fungsi paru.

Diposting oleh SUPER HERBALIS Rabu, 09 Desember 2009 1 komentar

Matikan Rokok, Sebelum Rokok Mematikan Anda!
Selasa, 12 Mei 2009 | 10:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mari berhenti merokok! Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh RS Pusat Kanker Nasional Dharmais mengatakan, 90 persen kanker paru dan 30 persen kanker lainnya akan dapat dicegah dengan cara berhenti merokok.

Lebih lanjut juga dituliskan apa saja manfaat yang dapat kita peroleh jika berhenti merokok. Pertama, dengan tidak lagi merokok berarti kita mengurangi risiko terkena serangan jantung, kanker paru, penyakit paru kronik, obstruktif, stroke, tukak lambung, hambatan pertumbuhan janin, gangguan kehamilan dan persalinan, impoten dan infertilitas, dan osteoporosis.

Penyakit tersebut siap menyerang kita karena di dalam satu batang rokok ada setidaknya 4.000 bahan kimia, 400 di antaranya beracun dan kira-kira 40 di antaranya dapat menyebabkan kanker. Ada 3 racun yang paling berbahaya, yaitu nikotin, tar dan karbon monoksida. Nikotin yang hanya butuh 10 detik untuk mencapai otak membuat kita ketagihan.

Kedua, bernapas dengan lebih mudah dan mempunyai stamina yang lebih baik. Ketiga, menghemat pengeluaran kita dari membeli rokok. Jika dalam sehari kita menghabiskan sebungkus rokok, maka kira-kira kita akan menghemat Rp. 5.475.000 selama setahun. Jika lebih dari sebungkus, maka semakin banyak penghematan yang kita lakukan.

Keempat, menghemat biaya pengobatan dan pembayaran asuransi. Kelima, mempunyai gigi yang lebih bersih, napas, baju, kamar, rumah, dan mobil yang tidak berbau.

Keenam, ini yang sangat penting bahwa dengan berhenti merokok kita menyelamatkan orang-orang di sekeliling kita yang tidak merokok, terutama anak-anak dan istri kita. Karena perokok aktif hanya mengisap 25 persen asap rokok yang berasal dari ujung yang terbakar, sementara 75 persen lainnya diberikan kepada nonperokok.

Anak-anak dengan orangtua perokok aktif berisiko menderita penyakit napas, misalnya asma, dua kali lebih besar dari anak yang orangtuanya tidak merokok. Mempersiapkan diri untuk berhenti merokok harus diawali dengan niat dan motivasi yang kuat.

Jadi, matikanlah rokok Anda, sebelum rokok mematikan Anda!

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Kanker Paru Ancam Para Perokok Aktif Maupun Pasif
Rabu, 13 Mei 2009 | 08:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — "Sahabat sejati" penyakit kanker paru adalah rokok. Hal tersebut dipertegas dengan hasil penelitian, baik yang dilakukan di Indonesia maupun luar negeri, bahwa sebagian besar atau 80 persen kanker paru disebabkan kebiasaan merokok.

Hal tersebut dipubikasikan Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Dharmais saat Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Prostat di RS Dharmais. Lebih lanjut dikatakan, kanker paru adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, yang berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).

Berikut adalah beberapa gejala timbulnya kanker paru. Gejala umumnya adalah tidak nafsu makan dan mengalami susut badan. Sementara gejala khusus yang langsung terkait dengan paru, seperti batuk, banyak dahak, mengalami batuk darah, sesak napas, dan nyeri dada.

Publikasi tersebut juga menyebutkan siapa saja yang berisiko tinggi terkena kanker paru. Mereka adalah laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas, perokok aktif dan perokok pasif, dan mereka yang bekerja di lingkungan yang mengandung karsinogen. Karsinogen adalah bahan atau faktor yang dapat menimbulkan kanker.

Untuk itu, kepada mereka disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak secara berkala. Selain itu juga melakukan pemeriksaan foto rontgen dada secara berkala setiap 4-6 bulan sekali. Dengan ini diharapkan dapat ditemukan kanker paru pada stadium dini.

Cara terbaik untuk menghindari kanker adalah jangan mulai untuk merokok bagi yang tidak merokok, tapi jika menjadi perokok maka segeralah berhenti, hindari asap rokok orang lain. Bagi perusahaan supaya mematuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.

Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling sering ditemui pada laki-laki. Kanker lain yang kerap bersarang pada "Kaum Adam" adalah kanker perut dan kanker prostat.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Perangi Rokok Lewat Sepotong Gambar
Jumat, 15 Mei 2009 | 16:50 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati

KOMPAS.com - Pernahkah anda melihat rongga mulut manusia yang telah digerogoti tumor ganas? Rasa ngeri terhadap ancaman kanker niscaya akan menyergap begitu melihat gambar mulut seseorang yang terkena kanker. Bentuk kanker pada bibir, lidah dan gusi menyerupai sariawan. Gusi pun bengkak dan berdarah.

Bayangkan bila gambaran menakutkan itu terpampang dalam bungkus rokok dengan luas gambar 50 persen dari sisi lebar bungkus rokok disertai tulisan peringatan kesehatan. Dijamin, selera untuk merokok, termasuk para perokok berat, akan turun drastis. Tanpa berbusa-busa memaparkan bahaya rokok bagi kesehatan, perokok akan berpikir ulang untuk menikmati kepulan asap rokok.

Bila Anda melancong ke sejumlah negara Asean seperti Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand, peringatan kesehatan berbentuk gambar itu akan dengan mudah dijumpai pada kemasan rokok. Oleh karena, pemerintah setempat telah menerapkan peraturan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada semua kemasan rokok yang dijual di negara itu, termasuk rokok produksi Indonesia.

Untuk memperingatkan bahwa rokok meningkatkan risiko menderita kanker mulut, dalam kemasan rokok terpampang gambar isi rongga mulut yang digerogoti kanker disertai tulisan Peringatan: Merokok Menyebabkan 92 persen dari Angka Kejadian Kanker Mulut. Gambar lain adalah, perdarahan otak pada penderita stroke dan tulisan Peringatan: Merokok Menyebabkan Stroke. Pada kemasan rokok lain ada gambar janin tidak berkembang disertai keterangan Peringatan: Merokok Meningkatkan Risiko Keguguran .

Peringatan kesehatan berbentuk gambar pada semua bungkus rokok ini dinilai para pengambil kebijakan di sejumlah negara Asean merupakan cara efektif un tuk mengurangi dampak buruk tembakau bagi kesehatan. Sebab, peringatan kesehatan dalam bentuk tulisan dianggap kurang menciutkan nyali perokok terhadap ancaman kesehatan karena merokok.

Namun, di Indonesia yang merupakan negara produsen rokok terbesar di Asia Tenggara, belum ada aturan yang mewajibkan perusahaan rokok mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok produksinya. Indonesia juga satu-satunya negara di Asia yang belum mengaksesi Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Temba kau WHO (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) yang disepakati secara aklamasi dalam Sidang Kesehatan Dunia, Mei 2003.

Gurihnya cukai rokok dan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap indutri rokok jadi dalih keengganan pemerintah meratifikasi FC TC. Sebenarnya seberapa besar sumbangan industri rokok? Soewarta Kosen dari Litbang Departemen Kesehatan pernah meneliti, tahun 2005 biaya akibat konsumsi tembakau Rp 167,1 trilyun meliputi biaya pembelian rokok, hilangnya produktivitas dan biaya pengobat an penyakit terkait rokok. Jumlah itu 5,1 kali lebih tinggi dari pemasukan cukai tahun yang sama sebesar Rp 32,6 trilyun.

Masalah global

Konsumsi rokok merupakan masalah global yang berakibat pada kesehatan dan ekonomi rumah tangga, penduduk dan negara. M enurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), asap tembakau berbahaya terhadap perokok dan orang sekitarnya, dengan kandungan lebih dari 4.000 bahan berbahaya seperti nikotin (pembunuh serangga), tar (bahan aspal), karbon monoksida dan hidron sianida (gas beracun), dan arsen (racun mematikan).

Tembakau jadi faktor risiko utama pada 6 dari 8 penyebab kematian di dunia yang mengancam miliaran pria, wanita dan anak-anak. Pada tahun 2030, diperkirakan 80 persen kematian terkait tembakau terjadi di negara-negara berkemban g. Merokok menyebabkan kanker dan penyakit kronis seperti stroke, penyakit jantung koroner, pneumonia, asma dan gangguan pernapasan lain, gangguan reproduksi serta kesuburan. Risiko kesehatan ini juga dialami mereka yang terpapar asap rokok orang lain.

Laporan Global Pengendalian Tembakau Tahun 2008 menyebutkan, hampir dua per tiga perokok tinggal di 10 negara, dan Indonesia menempati urutan ketiga setelah China dan India. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional, tahun 2004 prevalensi merokok dewasa usia 15 tahun ke atas adalah 34,4 persen, meningkat dari 31,5 persen tahun 2001. Prevalensi merokok dewasa laki-laki pada tahun 2004 sebesar 63,1 persen.

Kelompok berpendidikan rendah dan remaja rawan kecanduan merokok. Sebanyak 67 persen dari populasi pria ta k sekolah atau tidak lulus SD adalah perokok aktif. Adapun prevalensi remaja pria perokok aktif usia 13-15 tahun adalah 24,5 persen, dan remaja usia 15-19 tahun prevalensinya 33 persen. Yang memprihatinkan, menurut Hasil Survei Global Tembakau Remaja Indo nesia tahun 2006, perokok yang memulai di usia 5-9 tahun naik dari 0,4 persen tahun 2001 jadi 1,8 persen tahun 2004.

Rokok juga memperburuk status gizi balita pada keluarga miskin, kata mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Prof Farid Anfasa Moeloek, dalam diskusi terbatas (9/5), di Jakarta. Dari data WHO 2006, di Indonesia ada 55 juta perokok aktif. Dengan sumber daya ekonomi terbatas, 22 persen dari total belanja mingguan rumah tangga miskin di perkotaan untuk membeli rokok. Menurut Susenas 2006, pengelu aran untuk rokok 5 kali dari pengeluaran untuk telur dan susu, dua kali pengeluaran untuk ikan, dan 17 kali belanja daging.

Lebih efektif
Mengingat besarnya dampak buruk rokok bagi kesehatan dan ekonomi penduduk di Indonesia, Widyastuti Soerojo, Ketua Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, menyatakan pengendalian tembakau seharusnya jadi prioritas dalam agenda kesehatan . Namun sejauh ini Rancangan Undang Undang Ratifikasi FCTC masih tertahan di lembaga eksekutif, sedangkan RUU pengendalian tembakau masuk agenda pembahasan di lembaga legislatif tahun ini.

Berharap Pemerintah Indonesia segera meratifikasi FCTC tentu butuh waktu lama. Akan tetapi, ada terobosan yang bisa dikerjakan Departemen Kesehatan yaitu mengajukan draft peraturan pemerintah yang baru untuk masalah tembakau ini. Setidaknya, memuat aturan yang mewajibkan perusahaan rokok mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan pada semua bungkus rokok yang beredar di Indonesia.

Di banyak negara di Eropa yang sudah lebih dulu menerapkan aturan ini, upaya itu terbukti efektif. Mengingat luasnya wilayah Indonesia dan minimnya dana sosialisasi, penerapan aturan itu merupakan sa rana informasi dan pendidikan bagi masyarakat luas yang efektif dan murah karena biayanya tidak ditanggung pemerintah, kata Rita Damayanti, peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan (PPK) Universitas Indonesia.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003, tiap bungkus rokok harus mencantumkan peringatan kesehatan tunggal dan tidak berganti-ganti yang bunyinya Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin . Setiap iklan rokok harus mengalokasikan minimal 1 5 persen dari luasnya untuk peringatan kesehatan yang sama. Hal ini berbeda dengan FCTC WHO yang mensyaratkan, peringatan kesehatan menempati 30-50 persen dari permukaan lebar bungkus rokok, pesan tunggal dan berganti-ganti, bisa berbentuk gambar.

Menurut hasil studi PPK UI, meski lebih dari 90 persen masyarakat pernah membaca peringatan kesehatan pada bungkus rokok, tapi 42,5 persen dari mereka tak percaya karena tidak melihat bukti. Sebanyak 26 persen dari responden tidak termotivasi berhenti merokok, 26 persen tak peduli karena terlanjur ketagihan, 20 persen mengatakan tulisan tidak jelas. Mayoritas responden memilih peringatan kesehatan berbentuk gambar disertai tulisan, 80 persen di antaranya mengusulkan luas gambar 50 persen dari sisi lebar kemasan rokok.

Maka dari itu, menurut Rita, hasil studi persepsi masyarakat yang menghendaki peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan serta menempati 50 persen permukaan lebar bungkus rokok seharusnya jadi rujukan untuk mengubah pasal terkait PP No 19 Tahun 2003. Penerapan aturan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada bungkus rokok merupakan cara cerdas mengendalikan dampak rokok bagi kesehatan.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

WHO: Iklan Rokok Dorong Remaja Merokok

Jakarta, 14 Juni 2004 14:18
Iklan rokok secara tidak langsung mendorong para remaja untuk bereksperimen dengan tembakau dan mencoba merokok.

"Remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok ... Pola merokok remaja penting bagi Philip Morris," demikian laporan ke Philip Morris 1981, sebagaimana dikutip Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam siaran pers yang di Jakarta, Senin.

Pemberian sponsor serta promosi melalui berbagai kegiatan merupakan komponen kunci dalam strategi industri tembakau untuk merangkul para remaja.

Semua perusahaan tembakau besar di Indoensia memberikan sponsor pada kegiatan olahraga, acara remaja, dan konser musik. Akibatnya, anak-anak di Indonesia sangat terpengaruh oleh iklan rokok yang mengasosiasikan merokok dengan keberhasilan dan kebahagiaan.

Peningkatan drastis konsumsi tembakau para remaja terjadi pada 1995 dan 2000, yakni 13,7 persen (1995) menjadi 24,2 persen (2001). Persentase peningkatan itu terjadi pada remaja laki-laki usia 15-19 tahun yang merupakan perokok tetap (smoking regularly).

PP 19/2003 melarang pembagian prokduk contoh secara gratis, tetapi pembagian kupon diskon dan penjualan rokok batangan masih sering terjadi. "Ini memperbesar akses remaja terhadap rokok," demikian WHO.

Iklan produk tembakau mengurangi peluang diskusi terbuka tentang bahaya penggunaan tembakau. Secara global industri tembakau mengeluarkan lebih kurang US$8 miliar setiap tahun untuk iklan pemberian sponsor dan promosi.

Media cetak atau elektronik yang pendapatannya tergantung pada industri tembakau mungkin enggan untuk mempromosikan pesan-pesan pengendalian tembakau karena khawatir akan kehilangan pendapatan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan dalam pemberian informasi yang akurat bagi konsumen.

Di Indonesia, iklan rokok hanya merupakan sebagian pendapatan TV atau kira-kira tujuh persen pendapatan dari jenis iklan utama pada pertengahan 2002. Sebaliknya penerimaan dari iklan produk pembersih dan kosmetik empat kali lebih besar daripada iklan rokok.

Namun, perusahaan tembakau juga menggunakan secara ekstensif iklan luar ruangan (billboard) yang merupakan 6,9 persen dari total pendapatan berbagai iklan luar tahun 1996.

WHO menyatakan sudah terbukti bahwa larangan menyeluruh terhadap iklan produk tembakau mengurangi konsumsi tembakau. Tetapi, larangan sebagian (parsial) hanya sedikit atau bahkan tidak berdampak sama sekali. Ketika suatu jenis iklan dilarang, industri tembakau akan beralih ke jenis iklan lain.

Di Inggris dan Amerika, iklan tembakau di TV dilarang pada 1965 dan 1971, tetapi industri tembakau kemudian menggunakan cara lain yang lebih halus dan lebih efektif dengan membayar aktor terkenal untuk merokok atau memperlihatkan bungkus rokok dalam film.

Selama tahun 1990-an sembilan dari sepuluh film Hollywood menayangkan produk tembakau. Film dengan aktor kharismatik yang merokok merupakan cara yang kuat untuk menarik perokok baru, terutama anak-anak dan remaja. [Tma, Ant]

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

9 dari 10 Penderita Kanker Paru adalah Perokok
Sekitar 2500 pelajar SMU se-DKI Jakarta melakukan long march dan pawai mengkampanyekan hari anti tembakau yang jatuh 31 Mei di parkir timur silang Monas, Jakarta, Minggu (31/5).
Sabtu, 6 Juni 2009 | 14:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah penderita kanker paru yang dirawat di RSUP Persahabatan meningkat 74 persen dalam 4 tahun terakhir, dari 408 pasien di tahun 2004 menjadi 709 di tahun 2008 .

"Sembilan dari 10 penderita kanker paru adalah perokok," kata Prof. Dr. Faisal Yunus, Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia Pusat saat diskusi di Jakarta, Sabtu (6/6).

Prof. Faisal mengatakan, lambatnya deteksi dini kanker paru pada perokok dikarenakan gejala yang timbul tidak spesifik dan perokok umumnya tidak percaya bahwa merokok dapat mengakibatkan kanker paru."Penderita kanker paru umumnya datang sudah dalam stadium lanjut," ucapnya.

Saat ini, lanjut Prof. Faisal, kecenderungan umur perokok pemula di Indonesia menjadi semakin muda dari rata-rata 19 tahun menjadi 17 tahun. "Itu mengakibatkan usia penderita paru juga cenderung semakin muda," katanya.

Dampak rokok juga disampaikan Prof. Dr. Farid Anfasa Moelek, SpOG, Ketua Pengendalian Tembakau, bahwa rokok bukan hanya mengakibatkan kanker paru saja, tetapi paparan asap rokok pada ibu hamil sangat berbahaya bagi janin yang mengakibatkan kelahiran prematur, ganguan pertumbuhan dan perkembangan otak. "IQ rendah tidak mungkin menghasilkan generasi prima," tegasnya.

Sedangkan Dr. Hakim Sorimuda, SpOG, anggota komisi IX DPR mengatakan masyarakat di Indonesia cenderung merokok selama puluhan tahun dan baru merasakan dampaknya jauh dikemudian hari. "Kalau dihitung-hitung, perokok menabung sekitar Rp 170 juta selama sekitar 26 tahun untuk meraih kanker," katanya.

Ia juga mengkritik peringatan yang ada dalam bungkus rokok di Indonesia yang hanya berbentuk teks. Menurutnya, teks dalam bungkus tersebut oleh masyarakat sering dijadikan bahan ejekan. "Kan ditulis merokok dapat, jadi yang merokok dapet aja yang kena kanker, yang beli sih ngga," ucapnya.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Duh, Banyak Orang Meragukan Bahaya Rokok!
Senin, 8 Juni 2009 | 18:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar masyarakat kurang percaya, kalau rokok berbahaya bagi kesehatan, karena reaksi penyakit yang ditimbulkan dari nikotin tembakau itu cukup lama yakni berkisar antara 20 sampai 25 tahun.

Perokok baru merasakan akibat nikotin tembakau itu,bila sejak usia 18 tahun mulai merokok sampai umur di atas empat puluh, baru penyakit dideritanya mencapai medium empat(Kronis), kata Dr Widyastuti Soerojo MSc di Jakarta.

Menurut dia, hampir separuh masyarakat mengatakan peringatan kesehatan di bungkus rokok tidak terbukti, sedangkan 26 persen lainnya berpendapat tidak memotivasi dan seperempatnya tidak peduli lagi dan terlanjur ketagihan.

Padahal peringatan kesehatan di bungkus rokok merupakan satu-satunya sarana edukasi yang efektif dan murah dapat menjangkau masyarakat luas.

Studi di berbagai negara membuktikan, bahwa peringatan kesehatan dalam bentuk gambar bisa meningkatkan kesehatan masyarakat tentang hubungan merokok dengan dampak kesehatan yang bisa mengubah perilaku merokok.

Empat negara Asean yang telah memiliki Undang-Undang(UU) tentang peringatan kesehatan berbentuk gambar di bungkus rokok antara lain Malaysia dan Brunai.

Sementara rokok produksi Indonesia yang diekspor ke negara-negara tersebut, mengikuti aturan mencantumkan gambar sebagai peringatan kesehatan di bungkusnya.

Masyarakat Indoneisa mempunyai hak yang sama dengan masyarakat di negara lain atas informasi yang jelas dan benar tentang bahaya rokok tersebut.

Menurut catatan jumlah perokok di Indonesia saat ini sekitar 60 juta orang atau nomor tiga terbesar di dunia. Prevalensi merokok cendrung meningkat dari tahun ke tahun.

Dua dari tiga laki-laki adalah perokok aktif sekitar tahun 2001, rokok diperkirakan menyebabkan berbagai penyakit dan kematian 427.948 orang per tahun atau 1.172 orang per hari.

Rokok menyebabkan berbagai penyakit dan kematian dini, separoh kematian akibat rokok berada pada usia produktif,, sehingga jumlah penderita kanker paru di Rumah Sakit Umum Persahabatan(RSUP) menunjukkan peningkatan drastis selama empat tahun terakhir periode 2003-2007, kata Widyastuti ahli kesehatan masyarakat itu.

Ahli paru Dr Prasenohadi PhD,SpP mengatakan, kecenderungan umur mulai merokok di Indonesia menjadi semakin muda dari rata-rata 19 tahun pada tahun 1995 menjadi rata-rata usia 17 tahun di tahun 2004.

Akibatnya usia penderita kanker dan paru juga cenderung makin muda, demikian juga pengaruh asap rokok terhadap ibu hamil sangat membahayakan generasi yang akan dilahirkan, katanya dalam diskusi interaktif pengakuan korban asap rokok di Hotel Kemang Jakarta.

Ahli Obstetrik dan Ginekologi Prof DR FA Moeloek Sp OG, mengatakan anak yang dilahirkan dari ibu hamil yang selalu menghirup asap rokok, berpengaruh besar pada otak dan IQ menjadi rendah.

Ahli jantung RS Harapan Kita Prof Dr Budi Setyanto Sp.JP mengatakan,asap rokok bertanggung jawab pada penyakit jantung, sedangkan peringatan kesehatan yang ada sekarang belum memotivasi masyarakat untuk menghindari rokok.

"Kita bersama-sama menyatukan tekad untuk menekan jumlah korban nikotin rokok yang makin membahayakan generasi bangsa," katanya.




Sumber : Antara

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Hanya Tiga Negara yang Izinkan Iklan Rokok


Rabu, 6 April, 2005 oleh: Siswono
Hanya Tiga Negara yang Izinkan Iklan Rokok
Gizi.net - Hanya tiga negara di dunia ini yang belum merativikasi larangan iklan rokok yang disepakati di Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tiga negara itu adalah Indonesia, Nigeria, dan Guinia. Rativikasi ini pada intinya adalah melarang iklan rokok dalam segala bentuk apa pun. Menurut Ade Daud Nasution, anggota Forum Parlemen (kaukus di DPR yang terdiri dari Komisi I, Komisi III, Komisi IX, dan Komisi XI), ada dampak buruk jika Indonesia belum menandatangani kesepakatan tersebut.

Misalnya, jika ada jika ada serangan wabah seperti flu burung dan lainnya, WHO tak akan memberikan bantuan karena Indonesia dinillai tidak bersepakat dengan banyak negara lain. ''Kalau kita tandatangani sekarang efeknya apa? Kita harus menurunkan semua papan iklan rokok yang ada di jalan-jalan dan udara terbuka di seluruh Indonesia,'' ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu. Karena itu, Forum Parlemen mendesak pemerintah untuk segera menaikkan cukai rokok dua kali lipat. Selain itu, Forum Parlemen juga mendesak pemerintah untuk menghilangkan iklan rokok di seluruh Indonesia.

''Pemerintah harus menaikkan cukai rokok sampai seratus persen dan mencabut iklan rokok di seluruh Indonesia. Kita tidak melarang penjualan rokok, tapi melarang iklan rokok,'' tandas Ade Daud Nasution. Kenaikan cukai rokok sebesar 100 persen ini, tandas Ade, dimaksudkan sebagai pengganti kenaikan harga BBM yang telah memberatkan 200 juta penduduk Indonesia. ''Kenapa kita mesti menaikkan harga BBM? Kenapa kita tidak menaikkan cukai rokok? Jangan kita bekutek hanya karena ada 600 ribu orang yang bekerja di sektor rokok,'' tandasnya.

Yang penting kita, lanjutnya, harus dihindari adanya 10 juta perokok pemula setiap tahun. Menurutnya, jika dianggap dari 10 juta perokok pemula itu ada satu persen saja yang terjun ke narkoba, sudah berapa anak remaja kita yang menjadi pemadat? ''Ini kan jelas amat berbahaya!'' tegas anggota DPR RI dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini.

Menurut Ade, mereka menyadari bahwa perokok pemula ini adalah cikal bakal mereka yang menjadi konsumen narkoba dan ganja. ''Oleh karena itu kita mau mengerem, kita tidak akan melarang penjualan rokok, tapi kita melarang iklan rokok, semuanya di TV, jalan-jalan raya dan udara terbuka.'' Yang memperihatinkan, banyak perokok yang sesungguhnya berasal dari kelas ekonomi bawah. Bayangkan, kalau upah kerjanya saja hanya Rp 40 ribu sehari, untuk biaya rokok ternyata sampai Rp 10 ribu. Sebenarnya pemiskinan total itu salah satunya disebabkan oleh pabrik rokok,'' tegasnya.

( dam )

Sumber: http://www.republika.co.id

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Stop Merokok Jadi Gemuk?
Selasa, 30 Juni 2009 | 15:03 WIB

KOMPAS.com - Kebanyakan perokok sudah tahu tentang bahaya merokok dan mau berhenti. Salah satu kekhawatiran para pecandu rokok, khususnya wanita, bila harus menghentikan kebiasaan buruknya adalah tubuh yang akan menjadi gemuk. Mitos yang keliru itu sering membuat nyali para perokok untuk berhenti menjadi ciut.

Bagaimana yang sebenarnya? "Secara kedokteran, tidak benar kalau berhenti merokok lantas tubuh jadi gemuk," tegas dr.Ahmad Hudoyo, Sp.P (K). "Yang benar pada jam-jam tertentu rasa lapar meningkat, tapi karena kita merokok rasa nikmat merokok itu membuat kita lebih memilih rokok daripada makan," paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh dokter Tribowo T.Ginting, Sp.KJ dari RS.Persahabatan, Jakarta. Menurutnya, nikotin yang terkandung di rokok menghilangkan rasa lapar, sehingga ketika berhenti merokok penekan rasa lapar itu lepas dan orang pun ingin makan. "Orang yang berhenti merokok bisa saja berat badannya tetap atau justru naik, tergantung pola makannya," kata dia.

Rasa lapar yang dialami para perokok pada awal proses penghentian rokok bisa diatasi dengan mengalihkan pikiran atau menyibukkan diri pada hal lain. Pada sebagian perokok yang berhenti memang ada kenaikan berat badan 5-10 pon, tetapi masih dalam batas normal. Selama diimbangi dengan pola makan yang sehat dan olahraga, berat badan bisa dijaga.

Semasa proses penghentian rokok, biasanya perokok akan merasakan gejala-gejala penarikan. Gejala ini merupakan tanda di mana badan sedang merawat dirinya sendiri. Biasanya tubuh akan merasa gelisah, pusing, muntah, tertekan, atau tidak bisa tidur. Namun, gejala-gejala ini akan berhenti setelah satu atau dua minggu. Jadi, tak ada lagi alasan untuk tetap berada dalam jeratan asap rokok.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Subscribe here