Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT. Tampilkan semua postingan


Batuk darah atau yang dalam istilah kedokteran disebut dengan hemoptisis adalah ekspetorasi darah akibat perdarahan pada saluran napas di bawah laring atau perdarahan yang keluar ke saluran napas di bawah laring.
Batuk darah merupakan tanda atau gejala dari penyakit dasar. Maka penyebabnya harus segera ditemukan dengan pemeriksaan yang seksama.
Etiologi :
- Infeksi : TBC, bronkiektasis, pneumonia, abses paru, aspergillosis
- Tumor : Karsinoma paru
- Kardiovaskuler : mitral stenosis, ruptur aneurisma toraksik, malformasi arteriovenous
Darah yang berasal dari muntah darah adalah dari saluran pencernaan. Seperti muntah pada umumnya, muntah darah (atau yang dikenal dengan istilah kedokteran hematemesis) didahului oleh adanya aliran balik dari pergerakan saluran pencernaan dan dapat diikuti oleh mual. Darah yang keluar dapat tercampur oleh sisa makanan lain. Warna darah bisa merah segar atau kehitaman.
Sedangkan untuk batuk darah berbeda. Darah berasal dari saluran pernapasan. Warna darah merah segar dan tampak bercampur dengan lendir dan tampak berbusa karena adanya gelembung – gelembung udara.
Apa saja yang dapat menyebabkan batuk darah?
Saluran pernapasan terdiri dari berbagai saluran dimulai dari rongga hidung sampai saluran – saluran kecil alveoli di paru – paru. Pada setiap saluran ini terdapat pembuluh darah. Umumnya penyebab terjadinya pendarahan sehingga terjadi batuk darah adalah karena robeknya lapisan saluran pernapasan sehingga pembuluh darah di bawahnya ikut sobek dan darah mengalir keluar. Adanya cairan darah kemudian dikeluarkan oleh adanya reflex batuk.
Hal – hal yang sering menyebabkan terjadinya batuk darah antara lain :
* Adanya infeksi saluran pernapasan
Di Indonesia, penyakit TBC merupakan penyebab batuk darah karena infeksi yang paling sering (30%). Diikuti dengan pneumonia, dan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan jamur (penyakit ini lebih sering diderita oleh orang yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh seperti penderita AIDS)
* Kanker (15%)
* Penyebab lainnya seperti adanya trauma saluran pernapasan
Hal ini terutama lebih sering dialami oleh anak – anak yang secara tidak sengaja menelan benda – benda tajam.
* Penggunaan obat – obatan tertentu seperti obat anti pembekuan darah.
Apakah batuk darah selalu menandakan keadaan gawat?
Saat mengalami batuk darah, sebaiknya Anda segera mencari pertolongan kesehatan untuk mencari penyebab batuk darah dan mengatasinya. Namun, Anda tidak perlu panik, karena tidak semua batuk darah menandakan keadaan mengancam jiwa. Hal ini dilihat dari berapa jumlah darah yang dibatukkan. Dikatakan batuk darah hebat apabila jumlah darah yang dibatukkan melebihi 300ml (kira – kira setengah botol air mineral ukuran sedang) dalam 24 jam. Semakin banyak jumlah darah yang dibatukkan apalagi dalam waktu yang singkat, maka keadaan semakin berbahaya.
Ada beberapa keadaan pengecualian, misalnya terdapat sumbatan saluran napas sehingga darah tidak dapat dibatukkan. Keadaan ini lebih berbahaya, karena darah tidak dapat dikeluarkan dan memperparah sumbatan saluran pernapasan. Selain itu, orang yang bersangkutan tidak menyadari adanya pendarahan saluran napas karena darah tidak ’keluar’.
Tanda – tanda lain yang dapat membantu menentukan apakah keadaan pasien dengan batuk darah dalam keadaan gawat antara lain :
* Kepala terasa ringan seperti melayang
* Haus
* Pasien bernapas dengan cepat (lebih dari 24 kali per menit)
Dengan demikian, tidak semua batuk darah digambarkan tingkat kegawatannya melalui jumlah darah yang dibatukkan, maka apabila Anda mengalami batuk darah, sebaiknya segera mencari pertolongan.
Batuk darah karena TBC ?
Apakah semua batuk darah disebabkan karena penyakit TBC ?
Belum tentu.
Apakah TBC menyebabkan batuk darah ?
Batuk darah bisa merupakan salahsatu dari sekian gejala dari TBC, tapi biasanya itu merupakan gejala lanjut.
Apa bedanya batuk darah yang disebabkan karena TBC dengan batuk darah karena penyakit lain?
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa batuk darah dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.
Bisa oleh karena infeksi kuman Tuberculosis ( dikenal oleh penyakit paru/ TBC) , atau bisa juga karena kelainan jantung, atau karena infeksi lainnya juga bisa.
Batuk darah karena penyakit TBC biasanya disertai oleh keluhan lain, seperti nafsu makan berkurang, demam yang tidak terlalu tinggi, badan terasa lebih berkeringat (terutama saat tidur malam hari), dan penurunan berat badan.
Paru dengan infeksi TBC (lingkaran merah) pada paru kanan dan kiri
Paru dengan infeksi TBC (lingkaran merah) pada paru kanan dan kiri
Untuk mengetahui apakah batuk darah disebabkan karena TBC diperlukan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan dahak (=sputum) dan foto rontgen dada.
Pengobatan yang diberikan untuk TBC biasanya golongan antibiotika khusus, seperti Isonizid/INH, Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, yang bisa didapatkan gratis melalui Puskesmas /Rumah Sakit (karena disubsidi langsung oleh WHO).
Antibiotika ini juga bisa didapat jika berobat lewat praktek dokter pribadi tapi biayanya cukup mahal loh.
Penggunaan antibiotika pada penyakit TBC harus berupa kombinasi 2 macam obat atau lebih, untuk mencegah kuman TBC kebal / resisten terhadap pengobatan ini.
Secara global, kuman yang sudah kebal terhadap pengobatan antibiotika atau disebut MultiDrug Resisten TB, mengakibatkan penyakit TB semakin sulit untuk disembuhkan.
Kekebalan kuman TB bisa disebabkan karena :
1. Pengobatan yang tidak tuntas / putus tengah jalan.
Karena lamanya jangka waktu terapi TB (bisa 6 bahkan 9 bulan) banyak penderita TB yang memutuskan menghentikan pengobatan begitu gejala batuknya hilang.
Ini berbahaya karena sesungguhnya kuman TB masi ada didalam paru, sehingga jika pengobatan tidak selesai, suatu saat bisa kambuh/ relaps lagi, tetapi sudah tidak mempan dengan pengobatan antibiotik yang terdahulu.
2. Efek samping dari pengobatan / terapi TB sendiri
Antibiotika untuk TB atau OAT (=Obat Anti TB) memang ada beberapa efek samping yang bisa mengkhawatirkan pasien untuk meneruskan minum obat.
Diantaranya ikterus (sklera bola mata kuning), hepatitis karena dosis obat terlalu besar (mengakibatkan mual), tuli (saraf pendengaran terganggu), dan sebagainya.
Yang perlu diketahui, jika terasa timbul efek samping, sebelum menghentikan pengobatan harus berkonsultasi dengan petugas medis terlebih dahulu.
Tidak selalu OAT harus dihentikan, mungkin diganti jenisnya, atau dikurangi dosis pemakaian juga bisa menghentikan efek samping tersebut

Diposting oleh SUPER HERBALIS Kamis, 09 Agustus 2012 0 komentar





Sejak kecil, Kharisma Rizky Pradana mengidap autisme. Anak berusia 12 tahun ini sering melakukan perilaku repetitif, yaitu memukul-mukulkan kedua tangannya ke sebuah meja sembari bernyanyi. Kebiasaan ini terjadi ketika putra pasangan Dyah Pudji Lestari dan Sumirin itu mulai mengenyam pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang. "Ia (Kharisma --Red.) suka baca dan mendengarkan musik. Ke mana-mana selalu membawa tape kecil," kata Dyah, ibunda Kharisma, Ahad lalu.

Di SLB itulah aktivitas dan minat obsesif Kharisma diarahkan. Kebiasaan memukul meja sekolah menjadi sebuah karya. Siswa kelas VI itu punya bakat bernyanyi. Olah vokalnya lambat laun bertambah apik. Ia mampu menyanyikan berbagai macam lagu dengan suara merdu. Misalnya lagu anak-anak, pop, dangdut, dan daerah atau campursari. Daya ingat yang tinggi mengantarkannya meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (Muri). Ketika itu, tahun 2007, Muri menobatkan Kharisma sebagai penyandang autisme pertama yang hafal 250 lagu.

Kharisma adalah satu dari ratusan anak SLB yang berhasil menemukan bakat dalam dirinya. Pencarian bakat pada anak berkebutuhan khusus itu tak lain diprakarsai Ciptono. Pria kelahiran Semarang, 11 November 1963, ini mampu menguak bakat anak difabel. Selain bernyanyi seperti Kharisma, siswa lainnya dapat eksis pada bidang seni rupa, keterampilan visual, olahraga, modelling, dan menari. "Mereka (anak difabel) seperti emas dalam lumpur. Mereka perlu diberi kesempatan," ujar Ciptono.

Sebagai guru SLB, Ciptono tak sekadar bersosialisasi dan mendidik siswa. Lebih dari itu, ia berkomitmen menggali dan mengembangkan potensi bakat di balik keterbelakangan fisik dan mental. Dia tak mau anak difabel menjadi bahan ejekan dan dianggap sebagai warga kelas dua. Sebaliknya, ia percaya, setiap anak, termasuk yang difabel, memiliki kemampuan tertentu. Sehingga mereka kapan pun dapat bangkit dan hidup mandiri.

Optimisme itu didasarkan pada konsep multiple-intelligency. Yaitu, meskipun pada diri seseorang terdapat kekurangan dalam sebuah bidang, di bidang lain masih bisa eksis. Sebab, di balik kekurangan itu, pasti ada kelebihan. Multiple-intelligency dipraktekkan dengan mengasah bakat. Masing-masing anak dibebaskan melakukan apa yang mereka suka. Baik itu corat-coret gambar, menyulam, maupun bernyanyi.

Hal itu dilakukan berulang-ulang dan kontinu yang dipantau guru di bawah kendali Ciptono. Bagi anak difabel yang kemampuan motoriknya amat rendah atau penderita gangguan mental, ia punya metode tersendiri. Metodenya adalah dengan berlatih lewat aktivitas menusuk sate. Siswa diminta merangkai sate sesuai dengan sate yang sudah jadi. "Aktivitas ini dapat melatih daya motorik mereka," katanya.

Menurut Kepala SLB Negeri Semarang itu, selama mendidik harus memiliki prinsip sederhana, tapi tidak mudah dilakukan. Yakni mengajarlah dengan hati. Hal inilah yang belum terlihat pada kebanyakan guru SLB di Indonesia. Sejauh ini, pola ajar SLB secara umum terjebak pada formalitas semata. Tak mengherankan jika guru hanya mengajar sesuai dengan jam sekolah. Selebihnya, pemantauan perkembangan anak difabel hingga menggali bakat terpendam belum dilakukan secara optimal.

Ciptono melanjutkan, banyak pengalaman menarik yang diperolehnya selama bergelut dengan anak difabel. Ambil contoh, pada 2003, ia melakukan perjalanan dari Semarang ke Kudus. Di tengah perjalanan, ia bersama rombongan mampir di sebuah restoran untuk makan siang. Sesampai di lokasi, para penumpang turun dari dua mobil. Penumpang itu ada yang tunanetra, autis, dan penyandang cacat tubuh lainnya. Hanya Ciptono bersama sopir yang normal fisik dan mentalnya.

Pada saat makan berlangsung, anak-anak difabel itu tak memerlukan bantuan orang lain, termasuk dari Ciptono dan sang sopir. Yang terjadi, justru para penyandang cacat itu saling membantu. Sementara itu, pengunjung restoran lainnya banyak yang terkesima atas peristiwa tersebut. Pengidap cacat itu seperti manusia yang kembali normal.

Atas dedikasinya itu, Ciptono menerima banyak penghargaan. Ia mendapat penghargaan sebagai Guru Berdedikasi Tingkat Nasional dari Menteri Pendidikan Nasional pada 2005. Oleh Muri, Ciptono dianugerahi penghargaan karena perannya sebagai pemrakarsa dan pembimbing prestasi unik bagi anak difabel. Kini penghargaan dari Muri itu terkumpul sebanyak 14 kategori. Yang teranyar, Desember tahun lalu, Muri mencatatnya sebagai pemrakarsa kelompok band autis pertama di Indonesia.

Vokalis kelompok band itu adalah Kharisma Rizky Pradana, yang hafal 250 lagu tersebut. Mereka bahkan telah merilis album anak-anak dengan tajuk "Education for All" dan diklaim tercatat sebagai grup band autis pertama di dunia.

Diposting oleh SUPER HERBALIS Selasa, 12 Juni 2012 0 komentar


Curiga....beberapa hari ini anak saya Zacky kelihatannya lesu loyo padahal sudah dikasih ramuan anti loyo he lho kok tetep loyo.
Ehm pasti ada yang salah nih !

Ok coba cari-cari sign n symptoms dengan gejala yang dialami mas zacky ini.
Ketemu gejala yang lebih mendominasi kearah cacingan.Ini dia ilmunya .....

Cacingan adalah salah satu penyakit yang tergolong tinggi kejadiannya di Indonesia. Siapapun bisa terinfeksi bila pola hidupnya kurang higienis. Cacing bisa masuk ke dalam tubuh anak-anak lewat makanan yang pengolahannya tidak betul. Misalnya, sayuran yang tidak dicuci bersih atau daging yang dimasak kurang matang. Cacing juga bisa masuk lewat pori-pori kulit, jika anak sering main tanah dan kotor-kotoran tanpa mencuci tangan sesudahnya. Obat cacing hanya diberikan apabila anak diduga menderita cacingan.

Tanda-tanda anak cacingan adalah :

  • kurus namun berperut buncit
  • berat badan tidak naik meskipun nafsu makan baik
  • anak gelisah di malam hari dan suka menggaruk bokongnya
  • gangguan lambung dan usus seperti mulas dan diare berkala
  • anak terlihat lesu dan tidak bergairah
  • demam yang hilang timbul

Cacing akan menyerap zat gizi dalam tubuh dan membuat kurus anak yang diserang. Tanda pasti untuk cacingan adalah ditemukannya telur atau larva cacing di dalam pemeriksaan feses. Namun perlu diperhatikan bahwa obat cacing hanya diberikan untuk mereka yang memang mengalami cacingan. Obat cacing tidak digunakan sebagai pencegah.

Pada anak usia 1 tahun, obat cacing hanya diberikan sesuai dengan indikasi yaitu terdapat tanda anak cacingan dan didukung dengan pemeriksaan feses yang positif. Menurut saya, anak ibu tidak terlalu khas tandanya untuk cacingan. Saya sarankan untuk membawa anak ibu ke dokter apabila memang peningkatan berat badannya di bawah normal atau memiliki tanda-tanda yang saya sebutkan di atas.

Untuk pencegahan cacingan, ajari anak-anak untuk selalu mencuci tangannya sehabis bermain kotor-kotoran, terutama tanah. Untuk orang tua, cucilah sayuran di air mengalir dan masaklah daging hingga benar-benar matang. Sekian, semoga membantu. (TRH)

Diposting oleh SUPER HERBALIS Sabtu, 23 Januari 2010 0 komentar

Systemic Diseases

The hand is known to frequently present signs or symptoms of generalized or systemic diseases. Because the hand contains structures from the skin, muscular, skeletal, circulatory, and nervous systems, it often provides clues to diseases which are yet to be diagnosed in other parts of the body. Presentation of complaints, lesions, symptoms or signs in the hand may alert the hand surgeon to these systemic diseases. Although the hand surgeon may not treat all of these diseases, he is in a position to help make the diagnosis and refer the patient to a different specialist.

Musculoskeletal diseases may result in enlargement of the joints. Arthritis diseases commonly are associated with these abnormalities.

Enlargement of the middle joint of a finger. This is called a Bouchard’s Node.

Figure 1: This is a common finding in osteoarthritis. There is often pain and stiffness. Deformity is also seen.

Enlargement of the small joint of a finger or thumb is called a Heberden’s node.

Figure 2: This is a classic sign in osteoarthritis. There may or not be pain, but stiffness or instability may be present. Deformity to the side or down is common when more severe.

Enlargement of a finger/thumb joint may also occur from deposition of crystals from diseases like Gout.

Figure 3: The overlying skin and even skin away from the joint may be discolored whitish or yellow from the deposits of urate salt in the tissues. If the overlying skin becomes too thin, the whitish-yellow salts may drain through the skin, simulating a ruptured boil or abscess. The ruptured areas can become secondarily infected.

Enlargement of a whole digit, associated with inflammation, may be due to an inflammatory disease. One form is called dactylitis.

Figure 4: This case of dactylitis was associated with psoriatic arthritis. In this photo, the swelling extends from the palm to include the ring finger out to the small joint. This is commonly associated with stiffness. Pain may also be present. The condition may respond to medical treatment for the underlying condition.

Small localized cystic swellings, especially at the small finger/thumb joints, can be associated with osteoarthritis.

Figure 5: This type of cyst is called a mucous cyst or ganglion cyst. There may or may not be pain at the underlying arthritic joint, although the arthritis is considered the cause. If the skin becomes thin, spontaneous rupture may occur, resulting in drainage of a clear sticky fluid. Although not in itself a problem, this rupture may allow bacteria to reach the adjacent joint, causing joint or bone infection.

Small hemorrhages in the cuticle or dilation of the small vessels have been seen in musculoskeletal diseases.

Figure 6: The small red dots may be seen, as in this photo, at the thinnest portion, but can also be seen in the pink portion of the cuticle. This has been seen in dermatomyositis, systemic lupus, and scleroderma.

Many different diseases may affect the fingernails. Changes may occur in coloration, shape, curvature, smoothness, or attachment to the underlying nail bed. White coloration may affect the nail bed itself or may be caused by changes in the nail. Leukonychia is a term used to describe white color of the nail.

Figure 7: Leukonychia has been reported with viral infections, intestinal and kidney diseases, poisoning, medications, and detachment of the nail from the nail bed by fungal infections & other causes.

Apparent leukonychia is a term used to describe white coloration due to changes deep to the nail itself or detachment of the nail (onycholysis).

Figure 8: Half & Half nails have been associated with chronic kidney failure.


Figure 9: Terry’s nails are white from the cuticle out to nearly the end of the nail bed, which retains a normal pink color, and are seen in liver and heart.


Figure 10: Muehrche’s nails have lines of white color transversely through the nail bed. Low serum albumin (blood protein) and kidney failure are two causes.

Red, blue, grey, black, and yellow colorations have also been reported.

Figure 11: The blue color beyond the base of the fingernails in this patient was associated with the use of a medication called minocycline.

Yellow colored nails have been associated with medications, and diseases of the lung, liver, and sinuses.

Diseases of the heart and blood vessels have been associated with a number of different manifestations in the nails.

Figure 12: Red streaks seen in the fingernail area can be due to hemorrhage (bleeding). These are called splinter hemorrhages and have been seen in endocarditis (heart infection), although also reported in psoriasis, and trichinosis.

Clubbed nails have an abnormal curvature from the cuticle to tip and from side to side.


Figure 13: Clubbed nails have been described in three situations. Although these can be hereditary or congenital, they have greater importance if acquired, as this could be a sign of heart and/or lung disease.

Breakdown of the tissues at the tips of the fingers can be a sign of underlying disease of the arteries.

Figure 14: This patient suffers from Buerger’s disease, which causes slow but progressive deterioration of circulation. The tissues become gangrenous and amputation is often necessary as the disease is difficult to treat/reverse.

Other diseases of blood vessels may be present for years and cause little difficulty, such as temporary bluish or purple color due to poor circulation.

Figure 15: Raynaud’s disease or phenomenon (temporary spasm of the arteries in the fingers) has been reported by itself, but also with rheumatoid arthritis, systemic lupus, and scleroderma, to name a few. If the condition is more severe, fingertip ulcers from the poor circulation may occur. Sometimes medication may be helpful.

As noted above, some medications have effects upon the tissues of the fingers. In addition to color changes (blue, yellow, brown, etc.) of the nail, the skin can be affected.

Figure 16: Redness, swelling, and tenderness of the cuticles near the fingertip, followed by the appearance of moist, oozing and easily bleeding tissue (pyogenic granuloma) is a reported side effect of an acne medication, isotretinoin.

Skin diseases are a known cause of some nail abnormalities.

Figure 17: Psoriasis commonly affects the nail and matrix. Pitting (seen here), detachment from the nail bed, nail bed hemorrhages, and other changes may occur.

Other changes in the shape of the fingernails may signal systemic disease.

Figure 18: This “Pincer” nail with an exaggerated side to side curvature can be congenital or simply due to advancing age. However, it can be due, when acquired, to an enlargement of the underlying bone from disease (gout in this case).

Systemic neurological conditions are known to cause many symptoms in the hand and fingers. Systemic conditions most often cause diffuse abnormal sensations (frequently hands and feet) as opposed to entrapment of nerves in the neck/elbow/wrist/hand, which are associated with abnormal sensation localized to the areas specifically served by those individual nerves. Some of the diseases which have been associated with diffuse upper limb numbness/tingling are:

1) Diabetic neuropathy

2) Alcoholic neuropathy

3) Neuropathy associated with blood vessel spasm diseases:
Rheumatoid arthritis
Systemic Lupus Erythematosis
Polyarteritis Nodosa

4) Multiple Sclerosis

Numbness/tingling in the upper limb (sometimes upper and lower) have been associated with other diseases and with medications. A few are listed below:

1) Myofascial Pain Syndrome (tender points in muscles which are often at a distance from the areas of numbness/tingling). The location of symptoms may vary on a daily basis and may include fatigue, “weakness”, clumsiness, heaviness.

2) Vitamin B12 deficiency syndrome

3) Therapeutic drugs:
Taxol, Vincristine, Gold, Cis-platinum, Isoniazid, Pyridoxine

4) Others:
Crohn’s disease, Amyloidosis, Multiple Myeloma
Dysproteinemia, Arsenic poisoning

Triggering action of fingers during flexion and extension (trigger fingers) has also been linked to diabetes mellitus.

Thomas R. Boyce, MD
Clinical Assoc. Professor
Dept. of Orthopaedics and Sports Medicine
University of Washington School of Medicine

Copyright 2006 from "Hands in Systemic Diseases" by Thomas R. Boyce, MD. Reproduced by permission of Routledge/Taylor & Francis Group, LLC.

Diposting oleh SUPER HERBALIS Minggu, 20 Desember 2009 0 komentar

Bahaya mengintai kaum pria jika mereka tidak waspada terhadap gejala – gejala kanker. Padahal jika waspada dan sejak dini menemukan gejalanya, maka pengobatan akan lebih mudah. Bila sudah terlambat, kanker bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan bakal sulit sembuh. Karena itu, mari kita kenali gejala – gejala berikut :

1. Bila ada massa di payudara
Mungkin tidak pernah terpikir di benak Anda bahwa pria bisa saja terkena kanker payudara meski hal ini jarang terjadi. Setiap ada benjolan di payudara sebaiknya perlu diwaspadai terutama jika keluar cairan dari puting.

2. Rasa nyeri
Makin bertambah usia, makin sering Anda rasakan sakit dan nyeri. Rasa nyeri yang terus-menerus terjadi bisa merupakan tanda kanker meski timbulnya nyeri ini bukan disebabkan oleh kanker.

3. Perubahan pada testis
Kanker testis/buah pelir sering muncul pada pria usia 20 – 39. Setiap perubahan ukuran pada testis, baik membesar maupun mengecil, harus tetap diwaspadai. Begitupula jika terjadi pembengkakan maupun perasaan berat di skrotum. Kadang kanker testis bisa berkembang sangat cepat, sehingga akan lebih baik jika Anda mengetahuinya sedini mungkin.

4. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika Anda menyadari ada benjolan atau pembengkakan di ketiak maupun leher atau di mana saja, waspadalah! Apalagi jika benjolan itu membesar dari hari ke hari dan berlangsung lama bahkan hingga lebih dari satu bulan.
5. Demam
Selain menandai beragam penyakit seperti radang paru, tenggorokan dan infeksi, demam juga bisa menandai adanya kanker. Seringkali demam muncul ketika kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.

6. Berat badan turun dratis tiba-tiba
Penurunan berat badan yang tiba – tiba (lebih dari 10 persen berat badan) dan di luar dugaan, tanpa upaya tersendiri dalam waktu singkat perlu diwaspadai.
7. Gangguan nyeri perut dan depresi
Setiap pria yang mengalami gangguan nyeri perut disertai depresi perlu diperiksa lebih lanjut, karena para ahli menemukan adanya hubungan antara depresi dengan kanker pankreas.

8. Lelah berlebihan
Seperti demam, lelah berlebihan yang tidak membaik dengan istirahat juga bisa menjadi salah satu gejala kanker. Biasanya kondisi ini timbul setelah kanker berkembang meski bisa terjadi juga pada fase dini seperti pada leukemia atau kanker usus besar.

9. Batuk tak sembuh
Batuk selalu dikaitkan dengan flu dan alergi. Akan tetapi batuk terus menerus dalam periode lama, sekitar tiga atau empat minggu harus diperhatikan karena bisa merupakan gejala kanker atau pertanda adanya masalah lain seperti radang paru – paru kronis.
10. Sulit menelan
Beberapa pria menyepelekan kondisi ini. Karena itu cukup diberi banyak cairan seperti mengonsumsi sudah selesai. Padahal gejala ini bisa saja menandai adanya kanker pada saluran pencernaan, seperti kanker esofagus.

11. Perubahan pada kulit
Anda harus memperhatikan bukan hanya pada perubahan di tahi lalat, tetapi perhatikan juga pigmentasi kulit. Perdarahan di kulit atau kulit yang mengelupas hebat dalam waktu beberapa minggu dan tidak hilang bisa merupakan salah satu pertanda kanker kulit.

12. Terjadi perdarahan di tempat yang tidak seharusnya
Kapanpun Anda melihat adanya darah dari bagian tubuh yang tidak seharusnya seperti batuk atau muntah darah, perdarahan di feses dan urin, saatnya menemui dokter dan mengetahui penyebabnya sesegera mungkin karena bisa saja kanker penyebabnya.

13. Perubahan di mulut
Jika Anda merokok atau mengunyah tembakau, waspadalah bila ada bercak putih di dalam mulut atau titik putih yang tidak hilang di lidah, karena ini merupakan tanda leukoplakia (area tempat kanker berada sebelum muncul) yang bisa saja menjadi kanker mulut jika terus menerus iritasi.

14. Problem saat berkemih
Dengan bertambahnya usia seorang pria, maka problem saat berkemih menjadi makin sering. Bisa terjadi perasaan tidak lampias saat berkemih, ketidakmampuan menahan kencing, bahkan frekuensi kencing yang makin sering. Tapi waspadalah jika keadaan ini tidak membaik dan bertambah parah karena bisa merupakan pertanda kanker meski pembesaran prostat di usia lanjut juga bisa menyebabkannya.

15. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan yang terus menerus bisa saja merupakan indikasi adanya kanker pada esofagus, tenggorokan atau perut.

Berikan sedikit waktu Anda untuk mengamati dan menyayangi diri sendiri. Bukankah lebih baik jika problem kesehatan Anda teratasi sedini mungkin? Semoga petunjuk ini bisa membuat Anda lebih waspada dalam mengenali gejala – gejala kanker sebelum terlambat.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar



Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses aborsi:

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)

Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.


Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)

Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan
semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah
ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.

Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.

Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah terlihat jelas.... Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan saraf nya sudah terbentuk
dengan baik.



Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut ( saline ) yang langsung dimasukkan ke dalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu
akhirnya meninggal.


Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak
keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)


Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan ke dalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisan nya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat di dalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.


Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.


Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi.Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri. So bagaimana menurut anda?

Diposting oleh SUPER HERBALIS Rabu, 25 November 2009 1 komentar


Life begin at fourty, katanya. Tapi justru buat kita yang sudah masuk 40-an, harus extra hati2. Bukan nakut2 in loh. Kalo pola hidup kita tidak sehat, maka berbagai macam penyakit datang mendekat, mulai dari kolesterol, asam urat, lever, ginjal, jantung bahkan

sakit gigi. nah sehubungan dengan itu, baca artikel ini baik2 supaya tahu cara pencegahannya

GEJALA AWAL STROKE PADA PENDERITA :

1. Tekanan Darah memuncak dgn ciri leher berasa sangat berat / Kencang & Tiba- tiba sakit kepala / pusing

2. Mulut rasanya miring sebelah (mau ngiler). Mau ngomong susah.

3. Penglihatan kabur atau kehilangan ketajaman. Ini bisa terjadi pada satu atau dua mata.

4. Kehilangan keseimbangan (lemas mendadak), seperti kehilangan energi secara mendadak.

5. Rasa kebal atau kesemutan (spt ditusuk jarum secara ringan ) pada satu sisi tubuh ( punggung )

6. Muka kita mati rasa mendadak (kesemutan sebelah)


TIPS & TRIK

1) Ambil jarum tusukan ke seluruh jari tangan sampai darah menetes (tp gak berdarah darah di kira pembunuhan)

2) Kalau mulut berasa miring, tarik kupingnya sampai merah, dibagian daun telinganya juga ditusuk dua tusukan jarum, sehingga masing-masing telinga menetes dua tetes darah.

3) Kalo jatuh di kamar mandi atau dimanapun jangan buru buru pindahkan orangnya ke tempat lain. tidurkan dulu di posisi jatuh lakukan tindakan pertama dengan melihat ciri ciri diatas dulu.

4) Jangan buru buru naikin ke mobil karna kalau terkena guncangan pembuluh darah di otak akan semakin parah

GEJALA STROKE

Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh - dia meyakinkan semua orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya tersandung batu bata karena sepatu barunya (padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).
Mereka membantunya membersihkan diri dan mengambilkan piring makanan baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang, Ingrid meneruskan menikmati sore itu.
Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit - (pukul 6 sore besoknya, Ingrid meninggal).
Dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque. Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini.
Hanya membutuhkan satu menit untuk membaca ini.Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan tersebut, dia bisa membalikkan pengaruh stroke.... secara total! Dia mengatakan bahwa triknya adalah mengenali dan mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan, yang sebenarnya merupakan hal yang sulit.

MENGENALI STROKE

Puji syukur atas indera yang dapat mengingat TIGA hal berikut. Baca dan pelajarilah!
Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali. Sayangnya, kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian gagal mengenali gejala-gejala stroke.

Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini:

§ Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.

§ Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.

§ Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA (yang masuk akal), contoh: "Hari ini cerah." Blablabla... .

Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

-Tahukah Anda kalau kuku bisa mencerminkan kesehatan Anda secara umum? Warna putih di satu bagian atau merah muda di bagian lainnya, serta kuku yang mudah patah bisa menjadi pertanda adanya penyakit di dalam tubuh. Gangguan di liver, paru-paru, dan jantung bisa terlihat dari kondisi kuku Anda. Berikut beberapa rahasia kuku yang menggambarkan masalah lain dalam tubuh. Dengan mengenali gejala sejak dini, tentunya penyakit yang mungkin sudah terdapat di dalam tubuh bisa ditangani lebih awal dan lebih mudah.

1. Kuku pucat(pale nail)

Kuku yang sangat pucat kadang-kadang berkaitan dengan proses penuaan. Akan tetapi, bisa juga menandakan adanya penyakit serius, seperti:

  • Anemia
  • Gagal jantung
  • Diabetes
  • Penyakit liver
  • Kurang gizi

2. Kuku berwarna putih(white nail)

Kuku yang berwarna putih dengan bagian pinggir yang lebih gelap, bisa mengindikasikan masalah liver, seperi hepatitis. Jika Anda mengalami hal ini, perlu juga dicuigai adanya gangguan liver lainnya.

3. Kuku berwarna kekuningan (yellow nail)

Infeksi jamur merupakan salah satu penyebab paling umum kuku berwarna kuning. Jika infeksi makin memburuk, maka nail bed akan mengerut, kuku menebal dan remuk. Pada beberapa kasus, kuku berwarna kuning menandakan kondisi yang lebih serius seperti penyakit gondok atau psoriasis.

4. Kuku berwarna kebiru-biruan(bluish nail)

Semburat kebiru-biruan di kuku merupakan pertanda kalau tubuh kekurangan oksigen. Ini bisa menunjukkan adanya infeksi di paru-paru, seperti pneumonia.

5. Permukaan kuku berbintik dan bergelombang(rippled nail)

Permukaan kuku yang berbintik-bintik merupakan gejala awal psoriasis atau peradangan sendi. Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit yang hampir 10%-nya diawali dengan masalah kuku seperti ini.

6. Kuku pecah-pecah(cracked nail)

Kuku yang kering dan rapuh serta sering pecah-pecah dikaitkan dengan penyakit gondok. Jika kondisi pecah-pecah ini dipadukan dengan warna kekuningan, maka cenderung disebabkan oleh infeksi jamur.

7. Peradangan di lipatan kuku(puffy nail fold)

Warna kemerahan dan bengkak di sekitar kuku merupakan pertanda adanya peradangan pada lipatan kuku. Hal ini bisa disebabkan oleh lupus atau gangguan jaringan penghubung lainnya.

8. Garis berwarna gelap di bawah kuku (dark lines)

Garis gelap di bawah kuku kadang-kadang disebabkan oleh melanoma, jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Karena itu, jika mengalami hal ini, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter.

9. Gigit kuku(gnawed nail)

Menggigit kuku mungkin saja dianggap sebagai kebiasaan lama. Tapi, pada beberapa kasus, hal ini merupakan pertanda kecemasan yang bisa ditangani dengan pengobatan. Menggigit kuku dikaitkan dengan obsessive-compulsive disorder. Jika Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan ini, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.

Kuku hanya satu pertanda

Meskipun perubahan pada kuku seringkali diikuti dengan adanya penyakit tertentu, perubahan ini biasanya bukanlah pertanda awal. Selain itu, banyak perubahan kuku yang tidak membahayakan kesehatan. Tidak semua yang mengalami perubahan kuku mengalami hepatitis.

Diposting oleh SUPER HERBALIS Rabu, 11 November 2009 0 komentar


Setiap orang tua pasti pernah mengalami hal yang sangat mengkhawatirkan ini. Tapi tahukah bunda bahwa demam pada anak tidak berarti anak anda sedang terserang suatu penyakit. Sehingga demam anak anda tidak harus selalu diberikan obat penurun panas.

Hal ini dialami sendiri oleh saya sewaktu membawa anak ke dokter di Rumah Sakit Surabaya Internasional. Menyimpulkan perkataan dari Dr. Sumaryono SpA. bahwa anak yang demam dengan suhu kurang dari 39° Celsius sebaiknya tidak diberikan obat penurun panas karena demam pada anak belum tentu merupakan tanda bahwa anak tersebut sedang terserang suatu penyakit karena demam itu sendiri bisa jadi pertanda bahwa tubuh anak sedang berjuang untuk melawan infeksi, yang berarti sebenarnya demam pada anak merupakan suatu hal yang positif bagi daya tahan tubuh anak. Hanya saja ibu-ibu biasanya tidak tega melihat anak yang demam karena anak menjadi rewel, tidak bisa tidur, tidak nyaman dan akhirnya ibunya jadi tidak bisa istirahat juga maka beliau menyarankan apabila suhunya mencapai 38.5° Celsius boleh diberikan obat penurun panas.

Setelah mendengar perkataan beliau maka saya mencoba untuk tidak selalu memberikan obat penurun panas setiap anak demam. Hasilnya memang terbukti pada saat anak demam saya tidak selalu memberikan obat panas dan hari selanjutnya anak saya justru bisa beraktivitas seperti biasa dan daya tahan tubuhnya semakin kuat, padahal sebelumnya sering sekali terserang flu. Terkadang demam anak memang mengkhawatirkan apabila terjadi lebih dari 1x. Kedua anak saya pernah mengalami demam setiap malam selama 3 hari berturut-turut hal ini sangat mengkhawatirkan karena ditakutkan itu adalah suatu gejala penyakit tertentu. Saya mencoba untuk tidak memberikan obat penurun panas jika suhu badannya kurang dari 38.5° Celsius. Akhirnya saya ke dokter lagi untuk berkonsultasi dengan dokter lain di Rumah Sakit yang sama yaitu Dr. Arya Tjahyadi SpA. dan beliau mengatakan bahwa anak saya tidak mengalami suatu gejala apapun, dan demam tersebut hanya demam biasa sebagai reaksi tubuh untuk melawan infeksi, dan ternyata Alhamdulillah anak saya sehat.

Hal ini diperkuat dengan artikel yang sengaja saya cari di internet yang di tulis oleh :

Larissa Hirsch, MD.

Artikelnya dapat anda lihat di : http://kidshealth.org/parent/general/body/fever.html

Hanya saja mungkin tidak memberikan obat penurun panas pada saat anak demam tidak semudah bila kita hanya berbicara, prakteknya jauh lebih sulit. Tidak mudah bagi seorang ibu melihat anaknya merasakan demam tinggi dan tidak melakukan apapun, belum lagi bila saat anak demam di rumah sedang ada orang tua, mertua atau saudara lain yang tidak mengerti akan hal ini mungkin ibu-ibu bisa dianggap sebagai orang tua yang tega melihat anaknya menderita.

Saya mencoba memberikan tips yang sebenarnya sederhana tapi mungkin berguna bagi ibu-ibu yang ingin mencoba membiarkan anak melawan infeksi dalam tubuhnya saat demam. Tips-tipsnya adalah sebagai berikut :

1. Saat anak demam jangan pernah meninggalkan anak anda pada orang yg bukan keluarga anda.

2. Siapkan thermometer dan obat penurun panas di samping anda karena anda sangat membutuhkannya.

3. Jaga anak anda, selalu pantau setiap kenaikan suhu badannya setiap 30 menit sekali atau setiap anda rasakan suhu badannya mulai meningkat.

4. Peluk anak anda karena mereka sangat membutuhkan dukungan dari anda untuk melawan infeksi di tubuhnya. Selalu mengatakan hal-hal yang memberikan semangat kepada anak anda.

5. Untuk beberapa jam suhu badan anak anda akan tetap meningkat terus, namun bila mencapai titik dimana anak sudah dapat melawan infeksi dalam tubuhnya maka suhu badan anak anda akan terus dengan sendirinya, perhatikan…… suhu badan anak anda akan turun terus menerus sampai mencapai titik normal. (suhu badan normal akan dibahas pada artikel berikutnya). Anda sudah bisa bernafas lega.

6. Apabila suhu badan mencapai 38.5° Celsius beri obat penurun panas, biarkan anak anda istirahat dengan tetap menunggunya sampai suhu badannya turun.

7. Berikan pengertian pada orang disekitar anda bahwa anda belum akan memberikan obat sampai suhu badannya mencapai 38.5° Celsius, dan itu anda lakukan bukan karena anda tega melihat anak demam justru anda berusaha agar anak anda tidak menjadi mudah sakit dikemudian hari.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar


Salah satu penyebab telapak kaki pecah-pecah adalah jamur. Seringkali dikenali sebagai kutu air/athlete's foot. Kelembaban yang tinggi menyebabkan jamur mudah tumbuh. Apalagi jika seharian kaki tertutup tanpa sirkulasi yang cukup. Di samping itu, faktor kekeringan pada kulit telapak kaki juga bisa menjadi pemicu terjadinya pecah-pecah pada permukaan kulit. Kulit bisa menjadi lebih sensitif dan peka terhadap gesekan dengan benda lain seperti sendal atau sepatu. Jika kondisi kaki anda memang lembab dan berkeringat, maka body lotion dan batu apung tidak ada gunanya.

Sebab pemicu telapak kaki menjadi pecah-pecah bukan akibat kekeringan kulit. Jadi Anda harus mengobati penyebab sebenarnya yaitu jamur kulit. Biasanya, jamur ini timbul karena jari-jari pada kaki tidak bersih dan lembab. Hal ini ditandai dengan bau tidak sedap ketika membuka sepatu atau kaus kaki. Kondisi lembab memang sangat digemari oleh jamur untuk berkembang biak dan menyebar ke tempat-tempat lain di telapak kaki. Terutama pada musim panas yang menyebabkan kaki sering berkeringat.

Oleh karena itu, rajin mengganti kaus kaki merupakan solusi yang tepat untuk menghindari kaki terus berkeringat. Selain penyebabnya jamur, bisa jadi telapak kaki pecah-pecah juga disebabkan oleh faktor keturunan. Ada baiknya anda mengecek apakah ada anggota keluarga anda dari kakek nenek, bapak ibu, saudara-saudara lainnya yang menderita penyakit yang sama.

Cara terbaik untuk mencegah kulit pecah-pecah menjadi lebih terbuka, sebaiknya anda tetap menjaga kekeringan pada telapak kulit anda, bila sesudah mandi atau berwudhu segera keringkan dengan menggunakan keset atau handuk kecil. Dan, selalu menggunakan sandal terutama bila berada di dalam rumah. Di samping itu, perbanyaklah mengonsumsi vitamin riboflavin (B2) dan Niacin (B3). Sumber pangan yang kaya akan vitamin B2 ini adalah susu, daging, hati, ginjal, jantung, keju, telur, ikan, kedelai dan sayur-sayuran yang berwarna hijau. Fungsi vitamin B2 selain terlibat dalam pembentukan produksi energi di dalam tubuh juga juga menjaga kesehatan kuluit, kuku, rambut, mulut bibir dan tenggorkan. Sedangkan niacin atau vitamin B3 terdapat pada hati, dagin, telur, ikan dan kacang tanah. Serta, kacang-kacangan, susu dan alpukat. Bila tubuh kekurangan vitamin B3, maka salah satu cirinya adalah gangguan pada kulit, baik berupa dermatitis ataupun kulit pecah-pecah dan bersisik.

Di samping itu, anda bisa mencoba menggunakan ramuan Garam Bukit dan Sambiloto. Cara memakainya, ambil satu sendok teh Garam Bukit dan Sambiloto lalu campurkan di ember atau baskom berisi air secukupnya supaya bisa merendam kaki anda, aduk hingga rata, lalu rendamlah kaki anda hingga 30-45 menit. Lakukan hal ini pagi dan sore atau malam, bekas air rendaman pagi hari sebaiknya dibuang dan jangan dipakai dua kali.


Diposting oleh SUPER HERBALIS Minggu, 08 November 2009 0 komentar


Dengkul suka bunyi bisa menjadi indikasi adanya radang sendi atau athritis, yang di dalam bahasa Indonesia populer dengan nama rematik. Radang sendi bisa disebabkan banyak hal, seperti ketidakseimbangan suhu dan angin di dalam tubuh, misalnya karena sering berada di ruang AC, suka duduk atau tidur di ubin tanpa alas; Pola makan yang tidak sehat; Karena faktor keturunan; Penyakit kencing manis dan sebagainya.

Untuk memastikan penyebab mana yang paling dominan memang sulit, bisa jadi penyebabnya hanya satu atau lebih dari satu. Tapi, ada baiknya jika anda melakukan rontgen, apakah hanya sekedar sendi atau sudah terjadi pengapuran atau erosi tulang di lutut kanan anda.

Biasanya, radang sendi disebabkan berkurangnya cairan yang berfungsi sebagai pelumas di persendian. Berkurangnya pelumas tersebut, menyebabkan setiap terjadi gerakan menimbulkan rasa sakit dan bunyi. Hal ini memang tidak nyaman, karena akan mengganggu setiap aktifitas.

Ketika rasa sakit menyerang, bisa dikompres dengan air dingin (batu es) yang berfungsi sebagai penghilang sakit (pain killer). Atau bisa menggunakan Minyak But-But untuk mengurangi rasa sakit dengan cara mengurutnya dari bawah ke atas. Di samping itu, perbanyaklah memakan sayur-sayuran atau buah-buahan yang mengandung vitamin D.

Jika anda menyukai susu, tidak ada salahnya jika mengonsumsinya setiap hari. Sebab, susu merupakan aset paling berharga untuk tulang. Susu yang banyak mengandung kalsium akan membantu pembentukan tulang kembali dan memperlambat hilangnya massa tulang.

Para ahli mengatakan, tiga gelas susu perhari sudah cukup karena kebutuhan tubuh akan kalsium sekitar 1000-1500mg/hari. Namun, harap diingat, tubuh tidak bisa menyerap kalsium tanpa adanya vitamin D. Sinar matahari pagi yang kaya dengan vitamin D akan membantu memperlambat berkurangnya kalsium di dalam tulang.

Jika memungkinkan, lakukan olahraga ringan. Sebab, olahraga menjadi bagian yang tak kalah penting dalam mengatasi nyeri sendi. Sebab, olahraga dapat menguatkan otot-otot, termasuk otot-otot di seputar persendian. Nah, makin kuat otot-otot di sekitar sendi, makin kokoh penahan sendi, sehingga membantu mengurangi tekanan pada tulang rawan dan persendian. Dengan demikian, gejala nyeri sendi juga akan bisa banyak berkurang. Serta perbanyaklah minum air putih, minimal 2,5 liter per hari, hindari makanan gorengan, berlemak dan bersantan.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Batu Ginjal


Betu Ginjal
Batu saluran kemih merupakan massa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urin. Batu ini paling sering terbentuk didalam ginjal atau ureter (saluran kemih yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih). Namun dapat juga terbentuk dalam kandung kemih ataupun uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan alat kelamin). Berikut akan lebih dibicarakan tentang batu ginjal.

Batu ginjal dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Kebanyakan dari batu ginjal yang terbentuk keluar bersama dengan urin tanpa menimbulkan keluhan. Jika batu ginjal berukuran besar (lebih dari 2-3 mm), barulah dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih.

Penyebab
Batu ginjal kebanyakan tidak diketahui penyebabnya. Namun ada beberapa macam penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal, antara lain : renal tubular acidosis dan medullary sponge kidney.

Batu Ginjal

Jenis
Jenis batu ginjal yang paling sering (lebih dari 80 %) adalah yang terbentuk dari kristal kalsium oksalat. Pendapat konvensional mengatakan bahwa konsumsi kalsium dalam jumlah besar dapat memicu terjadinya batu ginjal. Namun, bukti-bukti terbaru malah menyatakan bahwa konsunsi kalsium dalam jumlah sedikitlah yang memicu terjadinya batu ginjal ini. Hal ini disebabkan karena dengan sedikitnya kalsium yang dikonsumsi, maka oksalat yang diserap tubuh semakin banyak. Oksalat ini kemudian melalui ginjal dan dibuang ke urin. Dalam urin, oksalat merupakan zat yang mudah membentuk endapan kalsium oksalat.
Jenis batu yang lain adalah yang terbentuk dari struvit (magnesium, ammonium, dan fosfat), asam urat, kalsium fosfat, dan sistin.

  • Batu struvit dihubungkan dengan adanya bakteri pemecah urea seperti Proteus mirabilis, spesies Klebsiela, Seratia, dan Providensia. Bakteri ini memecah urea menjadi ammonia yang pada akhirnya menurunkan keasaman urin.
  • Batu asam urat sering terjadi pada penderita gout, leukemia, dan gangguan metabolism asam-basa. Semua penyakit ini menyebabkan peningkatan asam urat dalam tubuh.
  • Batu kalsium fosfat sering berhubungan dengan hiperparatiroidisme dan renal tubular acidosis.
  • Batu sistin berhubungan dengan orang yang menderita sistinuria.

Gejala Klinis
Pada batu yang masih berukuran kecil dapat tidak memberikan gejala. Bahkan terkadang batu keluar sendiri saat buang air kecil yang sering terlihat sebagai kencing berpasir. Namun, pada batu yang berukuran lebih besar, maka dapat memberikan keluhan seperti dibawah ini :

  • Nyeri kolik

Nyeri yang disebabkan karena usaha untuk mengeluarkan batu, namun tersangkut di saluran kemih. Nyeri ini dirasakan sangat hebat dan hilang timbul.

  • Hematuria (ada darah di urin)
  • Nyeri saat berkemih, terutama saat batu bergerak
  • Buang air kecil sedikit, yang disebabkan tersumbatnya saluran kemih oleh batu
  • Mual dan muntah

Pemeriksaan Penunjan

  • Foto roentgen (x-ray) abdomen yang dapat dilanjutkan dengan pemberian kontras (intravenous pielogram)
  • Ultrasonografi, dapat dilakukan pada ibu hamil yang sebaiknya tidak dilakukan foto roentgen karena bahaya radiasinya
  • CT-scan, merupakan baku emas pemeriksaan batu ginjal
  • Pemeriksaan mikroskopik dari urin, yang dapat menunjukkan adanya protein, sel darah merah, dan kristal-kristal lainnya
  • Kultur dari urin untuk menyingkirkan adanya infeksi
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pengumpulan urin 24 jam untuk melihat total dari urin yang keluar sehari, serta melihat kandungan magnesium, sodium, asam urat, kalsium, sitrat, oksalat, dan fosfat dalam urin secara kuantitatif.

Penatalaksanaan

Sekitar 90 % dari batu ginjal yang berukuran 4 mm dapat keluar dengan sendirinya melalui urin. Namun, kebanyakan batu berukuran lebih dari 6 mm memerlukan intervensi. Pada beberapa kasus, batu yang berukuran kecil yang tidak menimbulkan gejala, dapat diobservasi selama 30 hari untuk melihat apakah dapat keluar dengan sendirinya sebelum diputuskan untuk dilakukan intervensi bedah. Tindakan bedah yang cepat, perlu dilakukan pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal, nyeri yang sangat hebat, atau adanya ginjal yang terinfeksi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Penghilang rasa sakit
Obat penghilang rasa sakit yang paling cocok untuk nyeri karena batu ginjal adalah golongan narkotika seperti morfin, demerol, atau dilaudid. Namun standar saat ini untuk menghilangkan nyeri akut karena batu ginjal adalah penyuntikan ketorolak melalui pembuluh darah.

Intervensi bedah

  • Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), tehnik ini menggunakan getaran gelombang untuk memecahkan batu dari luar sehingga batu menjadi serpihan kecil yang pada akhirnya dapat keluar dengan sendirinya.
  • Percutaneus nephrolithotomy atau pembedahan terbuka dapat dilakukan pada batu ginjal yang besar atau yang mengalami komplikasi atau untuk batu yang tidak berhasil dikeluarkan dengan cara ESWL.

Pencegahan

  • Minum banyak air putih sehingga produksi urin dapat me jadi 2-2,5 liter per hari
  • Diet rendah protein, nitrogen, dan garam
  • Hindari vitamin C berlebih, terutama yang berasal dari suplemen
  • Hindari mengonsumsi kalsium secara berlebihan
  • Minum Herbal yang cocok dengan ginjal baca disini.

Diposting oleh SUPER HERBALIS Sabtu, 07 November 2009 0 komentar

Kanker Leher Rahim

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000 kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di negara berkembang. Fakta-fakta tersebut membuat kanker leher rahim menempati posisi kedua kanker terbanyak pada perempuan di dunia, dan menempati urutan pertama di negara berkembang. Saat ini, kanker leher rahim menjadi kanker terbanyak pada wanita Indonesia yaitu sekitar 34% dari seluruh kanker pada perempuan dan sekarang 48 juta perempuan Indonesia dalam risiko mendapat kanker leher rahim.

Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah 52 tahun, dan distribusi kasus mencapai puncak 2 kali pada usia 35-39 tahun dan 60 – 64 tahun.

Kanker leher rahim sendiri merupakan keganasan yang dapat dicegah karena :

  1. Memiliki masa preinvasif (sebelum menjadi keganasan) yang lama
  2. Pemeriksaan sitologi (sel) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim sudah tersedia
  3. Terapi lesi preinvasif (bibit keganasan) cukup efektif


Gambar 1. Lokasi Kanker Leher Rahim

Faktor risiko

  1. Ras

Pada ras Afrika-Amerika kejadian kanker leher rahim meningkat sebanyak 2 kali dari Amerika Hispanik. Sedangkan untuk ras Asia-amerika memiliki angka kejadian yang sama dengan warga Amerika. Hal ini berkaitan dengan faktor sosioekonomi

  1. Faktor seksual dan reproduksi

Hubungan seksual pertama kali sebelum usia 16 tahun berkaitan dengan peningkatan risiko kanker leher rahim 2 kali dibandingkan wanita yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah partner seksual. Semakin banyak partner seksual maka semakin meningkat risiko kanker leher rahim. Peningkatan paritas (jumlah kehamilan) juga merupakan faktor risiko kanker leher rahim

  1. Merokok

Merokok merupakan penyebab penting terjadinya kanker leher rahim jenis karsinoma sel skuamosa. Faktor risiko meningkat 2 kali dengan risiko tertinggi didapatkan pada orang yang merokok dalam jangka waktu lama dengan intensitas yang tinggi (jumlah yang banyak)

  1. Kontrasepsi

Penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (5 tahun atau lebih) meningkatkan risiko kanker leher rahim sebanyak 2 kali. Penggunaan metode kontrasepsi barrier (penghalang), terutama yang menggunakan kombinasi mekanik dan hormon memperlihatkan penurunan angka kejadian kanker leher rahim yang diperkirakan karena penurunan paparan terhadap agen penyebab infeksi

  1. Kondisi imunosupresi (penurunan kekebalan tubuh)

Pada wanita imunokompromise (penurunan kekebalan tubuh) seperti transplantasi ginjal dan HIV, dapat mengakselerasi (mempercepat) pertumbuhan sel kanker dari noninvasif menjadi invasif (tidak ganas menjadi ganas)

  1. Infeksi HPV (Human Papilloma Virus)

Penelitian epidemiologi memperlihatkan bahwa infeksi HPV terdeteksi menggunakan penelitian molekular pada 99,7% wanita dengan karsinoma sel skuamosa karena infeksi HPV adalah penyebab mutasi neoplasma (perubahan sel normal menjadi sel ganas). Terdapat 138 strain HPV yang sudah diidentifikasi, 30 diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Dari sekian tipe HPV yang menyerang anogenital (dubur dan alat kelamin), ada 4 tipe HPV yang biasa menyebabkan masalah di manusia seperti 2 subtipe HPV dengan risiko tinggi keganasan yaitu tipe 16 dan 18 yang ditemukan pada 70% kanker leher rahim serta HPV tipe 6 dan 11, yang menyebabkan 90% kasus genital warts (kutil kelamin)

Skrining

Pemeriksaan secara berkala bagi seluruh wanita terutama yang memiliki faktor risiko menggunakan Pap smear adalah cara yang efektif untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dan penanganan lebih awal serta adekuat. Selain pap smear, metode lain adalah inspeksi visual dengan asam asetat (VIA) atau dengan Lugol’s Iodine (VILI) serta HPV-hybrid capture. Tes tersebut mudah dilakukan dan memiliki hasil yang efektif. Skrining dilakukan 3 tahun setelah aktif secara seksual dan diulangi setiap tahunnya.

Gambar 2. Pemeriksaan Pap Smear untuk deteksi dini kanker leher rahim

Tanda dan Gejala

Gejala paling umum dari kanker leher rahim adalah perdarahan abnormal dari vagina atau flek (bercak) vagina. Perdarahan abnormal ini terutama terjadi setelah berhubungan seksual, namun dapat muncul juga perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, menoragia, atau bercak / perdarahan postmenopause. Bila perdarahan berlangsung dalam jangka waktu lama maka pasien dapat mengeluh lelah dan lemas karena anemia yang dialaminya. Bercak kekuningan yang encer diikuti dengan bau amis dapat merupakan tanda-tanda keganasan. Gejala biasanya baru muncul ketika sel yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya.

Pada stadium lanjut, pasien dapat mengeluh bercak vagina yang berbau, penurunan berat badan, dan obstruksi (sumbatan) dalam berkemih. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul maka nyeri punggung dapat terjadi diikuti dengan hambatan dalam berkemih serta hidronefrosis (pembesaran ginjal). Gejala kandung kemih maupun rektum (hematuri , hematoschezia <>, fistula) dapat berhubungan dengan penyebaran ke kandung kemih serta rektum pada tumor invasif.

Untuk menjadi kanker serviks dibutuhkan waktu sampai belasan tahun. Lesi (luka atau tanda) dini pada kanker leher rahim dapat berupa lesi indurasi (keras) ataupun ulserasi (luka bernanah), atau daerah yang sedikit elevasi (meninggi) dan bergranul yang mudah berdarah bila disentuh.

Penyebaran penyakit

Kanker leher rahim dapat menyebar ke berbagai macam organ. Diantaranya ke kelenjar getah bening, vagina, kandung kemih, rektum, endometrium (selaput dinding rahim), dan ovarium (indung telur). Masing-masing memberikan gejala yang berbeda-beda. Penyebaran kanker leher rahim pada umumnya melalui peredaran kelenjar getah bening, penyebaran melalui peredaran darah jarang terjadi.

Stadium

International of Gynecology and Obstetrics (FIGO) staging system digunakan untuk evaluasi dan diagnosis dari kanker leher rahim berdasarkan gejala yang terjadi.

Stadium berdasarkan FIGO :

Stadium I. Kanker leher rahim hanya terdapat pada daerah leher rahim (serviks)

  • Stadium IA. Kanker invasive didiagnosis melalui mikroskopik (menggunakan mikroskop), dengan penyebaran sel tumor mencapai lapisan stroma tidak lebih dari kedalaman 5 mm dan lebar 7 mm
    • Stadium IA1. Invasi lapisan stroma sedalam 3 mm atau kurang dengan lebar 7 mm atau kurang
    • Stadim IA2. Invasi stroma antara 3- 5 mm dalamnya dan dengan lebar 7 mm atau kurang
  • Stadium IB. tumor yang terlihat hanya terdapat pada leher rahim atau dengan pemeriksaan mikroskop lebih dalam dari 5 mm dengan lebar 7 mm
    • Stadium IB1. Tumor yang terlihat sepanjang 4 cm atau kurang
    • Stadium IB2. Tumor yang terlihat lebih panjang dari 4 cm

Stadium II. Kanker meluas keluar dari leher rahim namun tidak mencapai dinding panggul. Penyebaran melibatkan vagina 2/3 bagian atas.

  • Stadium IIA. Kanker tidak melibatkan jaringan penyambung (parametrium) sekitar rahim, namun melibatkan 2/3 bagian atas vagina
  • Stadium IIB. Kanker melibatkan parametrium namun tidak melibatkan dinding samping panggul

Stadium III. Kanker meluas sampai ke dinding samping panggul dan melibatkan 1/3 vagina bagian bawah. Stadium III mencakup kanker yang menghambat proses berkemih sehingga menyebabkan timbunan air seni di ginjal dan berakibat gangguan ginjal

  • Stadium IIIA. Kanker melibatkan 1/3 bagian bawah vagina namun tidak meluas sampai dinding panggul
  • Stadium IIIB. Kanker meluas sampai dinding samping vagina yang menyebabkan gangguan berkemih sehingga berakibat gangguan ginjal

Stadium IV. Tumor menyebar sampai ke kandung kemih atau rectum, atau meluas melampaui panggul

  • Stadium IVA. Kanker menyebar ke kandung kemih atau rectum
  • Stadium IVB. Kanker menyebar ke organ yang jauh

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan radiologi dada, ginjal, dan tulang, serta biopsi.

Gambar 3. Biopsi Kerucut pada Serviks (leher rahim)

Terapi

Operasi dan terapi radiasi adalah 2 modalitas utama di dalam penanganan kanker leher rahim invasif. Pada umumnya, operasi terbatas pada pasien dengan stadium I dan IIA, sementara radiasi dapat dilakukan pada semua stadium dari penyakit. Kemoterapi merupakan penanganan pada pasien dengan stadium IVB atau mereka dengan kanker yang rekuren (sering kambuh) yang tidak dapat dilakukan terapi radiasi maupun operasi. Masing-masing stadium memiliki pilihan terapi utama yang dilakukan.

Pencegahan dan Deteksi Dini

Tidak seperti Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya yang menyebar melalui cairan tubuh, HPV merupakan virus yang menyebar melalui kontak dari kulit ke kulit, karena itu penggunaan kondom tidak sepenuhnya efektif karena kondom tidak meliputi seluruh area kulit dimana HPV dapat ditemukan.

Deteksi dini terutama adalah melakukan pemeriksaan skrining secara teratur 1 tahun sekali untuk mengetahui lesi prekanker. Pencegahan yang dilakukan adalah menghindari faktor risiko diatas.

Anda bisa melakukannya dengan mengikuti pola anjuran kami dengan mimun herbal Terapi Sehati.

Diposting oleh SUPER HERBALIS 0 komentar

Subscribe here