Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Detik Akhir Romadhon...

Ya ALLAH sepertinya aku tidak peduli lagi dengan lailatul qodrmu.
Aku hanya peduli penyesalan tiada henti...
Kenapa....ibadahku kok rasanya gak ningkat-ningkat ya ?
Aku sudah bosen denger keutamaan malam lailatul qodr.
Tapi aku gak bosen-bosen terus ingin sempurnakan ihtiarku.
Tapi kok ya....Segini-gini juga amalku ?

Ya ALLAH aku gak peduli lagi ...
Apakah malam ini...kemarin atau besok atau lusa...
Jatuhnya lailatul qodrMu ....
Yang aku pedulikan....
Kenapa ibadahku kok ya segini-gini aja sich !

Sempat baca postingan temen...
Jika dia sudah lihat tanda-tanda lailatul qodrMu..
Ahhh...sekali lagi aku tidak peduli...
Yang aku pedulikan....kenapa aku masih merasa kurang amal ?

Ya ALLAH romadhon kurang beberapa hari lagi....
Aku tetep tidak peduli dengan lailatul qodrMu...
Aku cuman peduli....
Sempurnakan aja sedikit amalku di romadhon tahun ini ya ?
Ampuni dosaku.....orang tuakua...keluargaku...Kaum muslim semuanya.....
Jika ada yang tersinggung...gara-gara romadhon jadi dua...
mhn sempurnakan diantara keduanya....karena Engkaulah Yang Maha Pemegang Rahasia.....

Setiap akhir romadhon hati ini selalu berdesir...
Jantung berdegup kencang....seolah-olah ini akhir romadhonku.
Tapi Ya ALLAH kenapa ibadahku kok ya segini-gini aja ya ?

Ya Rabb...
Saya tidak peduli mau dapat lailatul qodrMu atau tidak....
Yang aku peduli.....
Please....
Terima ya....Ibadahku,sholatku,sujudku,puasaku,khusyuku,amalku,zakatku....selama romadhon ini ...
Mhn kasih lipatan yang seperti Engkau janjikan lewat RasulMu.
Jika ada yang kurang...Mhn disempurnakan Ya Wahai Dzat Yang Maha Sempurna.....


Rabb...
DI akhir romadhon ini....
Saya tahu...Ibadahku tidak sehebat mereka...
Saya tahu.....dosaku....salahku.....khilafku.....
Saya tahu itu....Saya Jadi Malu minta lailatul qodrMu...
Jika aku janji lagi.....SUngguh aku takut....Engkau membiarkanku lagi....
Cukuplah beberapa hari ini....
Please....kasih saya kekuatan,ketabahan,kesungguhhan untuk menyempurnakan romadhon tahun ini......
Ampuni semua khilafku........semuanya.....

Rabb
Sungguh saya tidak peduli lailatul qodrMu...
Tapi Please....
Kasih saya sedikit berkahnya ....walau dimalam itu saya cuman bisa ngucap subhanallah walkhamdulillah walaillahaillallah allahu akbar......

By :
Kegalauan musafir mbeling

Diposting oleh SUPER HERBALIS Rabu, 15 Agustus 2012 0 komentar


Ini saya rangkum dari forum facebooknya cak hadi :

Seorang kawan menulis :
Ketika membaca buku kisah para sahabat rahimmullah
beliau mempuyai karakteristik masing2 sesuai dg kepribadiannya dan beliau orang yang sukses dalam hidupnya.........

pa kita harus repot untuk memberikan pelatihan intelegesi ke anak kita, sedangkan contohnya uda ada. Tinggal kita liat aja anak kita seperti sahabat mana....
Saya tanya balik : anak anda seperti sahabat siapa ?

Dian Dwijayanto Anak saya seperti Abdurrahman bin Auf, anak kedua keras seperti Umar bin Khattab sedangkan Abi-nya ingin seperti Abu Bakar.

Cak Hadi aminn.....apa yang telah disiapkan ?

Cak Hadi bagaimana jika kita tambahkan :
Anak saya cerdas seni gerak ALLAHUMMA jadikan dia Ibnu Sina dijamnnya


Okgi Sandoyo Sandoyo Mas Hadi anda adalah contoh panutan dari seorang ayah yang tauladan hehehehehheh

Cak Hadi
Anak saya cerdas matematika ALLAHUMMA jadikan dia seperti AL Jabru
Anak saya cerdas interpersonal ALLAHUMMA jadikan dia seperti muhammad SAW
Anak Saya cerdas bahasa ALLAHUMMA jadikan dia seperti sahabat ini....
Anak saya cerdas musik ALLAHUMMA jadikan dia seperti maharzein ,OPICK ,haddad alwi dijamannya....
Anak saya cerdas ini jadikan dia seperti sahabat ini............

Kita ingin anak kita seperti sahabat / ilmuwan / tokoh muslim jaman dulu tapi lupa bekalnya ? lupa menganalisa keerdasannya ? lupa melatih intellensinya ? lupa mendoakannya ?

Jadi masihkah merasa repot untuk melatih kecerdasan / intellensi anak kita ?

Kalau lha memang teori ini beraal dari barat.Yah karea mereka mau berpikir soal ilmu sesuai dengan perintah ALLAH SWT.lha kita mikirnya malas mbantahnya luar biasa....kenapa tidak dibalik jadi ikitalah yang ahli pikir ...yang mencetuskan teory yang mengeksekusi teori itu...kenapa mereka ?
Yah karena kita terlampau bangga dengan masa lalu !!!!

Jaman dulu semua perkembangan ilmu dan tehnology islam luar biasa.Jaman dulu....?

Cak Hadi tamhaban Ya ALLAH menurut ihtiar kami melalui analisa sidik jari anak saya ini cerdas bahasa.Ya ALLAH jika ini emang kecerdasan genetikya persiapkan dia ,bekali dia dan persenjatai orang tuanya supaya paling tidak besok besar dia bisa jadi pengganti KH ZAINUDIN MZ,aminnn barokallahumma aminn....

Cak Hadi ‎@ogi : baru di add sudah komentar positif.Bagus !!!!

Okgi Sandoyo Sandoyo Hahahhahahahaa

Anjrah Ari Susanto kelirumologinya: sudah banyak contoh terbaik kog masih mereka2 dengan alasan riset yang dibuat buat,, para sahabat nggak ngerti teori otak kanan,, akhlak sempurna,, pada masuk sorga,, atau,, jagoan2 riset itu yang bakal nggaransi masuk surga?

selami islam dulu,, nggak bakal habis, nggak bakal kurang,, ngapain silau dengan kerjaan mereka yang cara wudhu aja nggak ngerti,,

Cak Hadi
yup setuju ! sekarang pertanyaan buat kita semua sejauh mana kita ( muslim ) sekarang mau berpikir dan MAU MEMAKAI AKAL ?

ALQURAN adalah sumber segala ilmu dan anehnya kita muslim ini kok ya terlena terus....ALQURAN telah menyuruh untuk sering berpikir dan memakai akal dan ini sayangnya bukan ditujukan buat orang mukmin atau muslim saja tapi untuk manusia.Yah ...jadi bagi yang mau berpikir dan memakai akal maka ilmu akan datang.

Tenang....
Ternyata alquran juga memakai koridor ilmu harus dengan iman nah ini beda kita dengan mereka.

Teringat kisah Umar ketika menaklukan suatu kota oleh sang panglima perang khalifah yang terkenal sederhana ini diminta untuk memakai pakaian paling bagusss...naik kuda paling kekar dan diiringi pasukan yang megah memasuki kota itu.
pertama umar menolak ,namun sang panglima menguraikan alasan jika umar memakai pakaian seperti biasanya dikota itu maka para lawan muslim akan semakin meremehkan kita.
untk satu alasan ini umar setuju....

Untuk alasan yang sama ...

Cak Hadi
Untuk alasan yang sama ...
periode berikutnya bermunculanlah para ilmuwan muslim bahkan

Dalam kata-kata Carli Fiorina, seorang CEO Hewlett Packard yang visioner dan berbakat tinggi,

“Adalah para arsitek yang mendesign bangunan-bangunan yang mampu melawan gravitasi.
Adalah para matematikawan yang menciptakan aljabar dan algoritma yang dengannya komputer dan enkripsi data dapat tercipta.
Adalah para dokter yang memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat baru untuk penyakit.

Adalah para astronom yang melihat ke langit, memberi nama bintang-bintang, dan membuka jalan bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini berkembang pesat dengannya dan membuat mereka penuh energi. Ketika ilmu pengetahuan terancam dihapus akibat penyensoran oleh peradaban sebelumnya, peradaban ini menjaga ilmu pengetahuan tetap hidup, dan menyebarkannya kepada peradaban lain.

Tatkala peradaban barat modern sedang berbagi pengetahuan ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam bermula pada tahun 800 hingga 1600, yang termasuk di dalamnya Dinasti Ottoman dan kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan penguasa agung seperti Sulaiman yang Bijak. Walaupun kita sering kali tidak menyadari hutang budi kita kepada peradaban ini, sumbangsihnya merupakan bagian dasar dari kebudayaan kita. Teknologi industri tidak akan pernah hadir tanpa kontribusi para matematikawan muslim itu."
Yang ngomong ini adalah ORANG YANG DAK KENAL WUDHU...TRAGIS orang yang kenal wudhu malah memble.

Sekali lagi kaidah ilmu berdasar pada teori kemudian exekusi.....

Dengan deretan sarjana muslim di era itu, tidaklah sulit untuk menyetujui apa yang dikatakan George Sarton, ” Tugas utama kemanusian telah dicapai oleh para muslim. Filosof terbaik, Al-Farabi adalah seorang muslim. Matematikawan terbaik Abul Kamil dan Ibn Sina adalah muslim. Ahli geography (Ilmu Bumi) dan ensklopedia terbaik Al-Masudi adalah seorang muslim dan Al-Tabari ahli sejarah terbaik juga seorang muslim.

Sejarah sebelum Islam dipenuhi dengan perkiraan-perkiraan, desas-desus dan mitos-mitos. Adalah seorang ahli sejarah muslim yang pertama kali memperkenalkan metode sanad dan matan yang melacak keaslian dan keutuhan sebuah informasi langsung dari saksi mata. Menurut seorang ahli sejarah Bucla “Metode ini belumlah dipraktekkan oleh Eropa sebelum tahun 1597.” Metode lainnya: adalah penelitian sejarah bersumber dari ahli sejarah terkemuka Ibn Khaldun. Pengarang dari Kashfuz Zunun memberikan daftar 1300 buku-buku sejarah yang ditulis dalam bahasa Arab pada masa beberapa abad sejak munculnya Islam.

Sekarang lihatlah dunia kaum muslim. Kapankah anda terakhir kali mendengar seorang muslim memenangkan hadiah Nobel dalam bidang ilmu pengetahuan dan kedokteran? Bagaimana dengan publikasi ilmiah? Sayangnya, anda tidak akan menemukan banyak nama kaum Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan dan makalah-makalah ilmiah. Apa yang kurang? Alasan apa yang kita miliki?

Sebuah publikasi yang baru saja diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menanggapi pembangunan di wilayah Arab mengemukakan bahwa dunia Arab yang terdiri dari 22 negara menerjemahkan 330 buku per tahun. Angka itu sangat menyedihkan, hanya seperlima dari jumlah buku-buku yang diterjemahkan oleh sebuah negara kecil Yunani dalam setahunnya! (Spanyol menerjemahkan rata-rata 100,000 buku setiap tahunnya).

Mengapa ada alergi atau keengganan untuk menerjemahkan ilmu yang asal-muasalnya berasal dari nenek moyang kita sendiri untuk mendapatkan kembali warisan terdahulu dengan menganalisa, mengumpulkan, menyempurnakan dan menyalurkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia.Hah ?

Kembali ke teori otak kanan memang para sahabat tidak mengenal itu tapi sejauh saya mempelajari konsep hypnoparenting sebenarnya islam telah mengajarkan jauh jauh hari.

teori yang dipakai dengan mengelus kepala anak sambil memberikan edukasi positif Rasul tekah mengajarkan sejak dahulu tapi kenapa kita muslim sekarang BARU MELEK ketika ada gegap gempita hypnoterapy sampai cabang hypnotisnya.Kenapa bukan kita yang mencetuskannya lagi ilmu itu ? Lagi lagi kita malas mikir dan alergi dengan ilmu barat yang nota bene ilmu biyungnya itu dari kita.
Jangan jangan malah teori otak kanan dan multiple intellegence ini malah biyangnya dari kita juga ! Ahh kalau ini bener lagi lagi ini ditemukan ( lagi ) oleh orang yang tidak pernah wudhu.Jadi yang suka wudhu pada kemana semua anda hah ?

Dan inilah para ilmuwan " yang sering " kita banggakan :

701 (Meninggal) * Khalid Ibn Yazeed * Ilmuwan kimia
721-803 * Jabir Ibn Haiyan * Ilmuwan kimia (Seorang ilmuwan kimia muslim populer)
740 * Al-Asma’i * Ahli ilmu hewan, ahli tumbuh-tumbuhan, ahli pertanian
780 * Al-Khwarizmi (Algorizm) * Matematika (Aljabar, Kalkulus), Astronomi



Kitab al-Hayawan. Sebuah kitab berisi ensklopedia berbagai jenis binatang karya ahli ilmu hewan muslim al-Jahiz. Pada kitab ini al-Jahiz memaparkan berbagai macam teori, salah satunya mengenai interaksi antara hewan dengan lingkungannya.
——————————————————————————————————————————————————————-
776-868 * Amr Ibn Bahr al-Jahiz * Ahli ilmu hewan
787 * Al Balkhi, Ja’far Ibn Muhammad (Albumasar) * Astronomi
796 (Meninggal) * Al-Fazari, Ibrahim Ibn Habib * Astronomi
800 * Ibn Ishaq Al-Kindi (Alkindus) * Kedokteran, Filsafat, Fisika, Optik
815 * Al-Dinawari, Abu Hanifa Ahmed Ibn Dawud * Matematika, Sastra
816 * Al Balkhi * Ilmu Bumi (Geography)
836 * Thabit Ibn Qurrah (Thebit) * Astronomi, Mekanik, Geometri, Anatomi
838-870 * Ali Ibn Rabban Al-Tabari * Kedokteran, Matematika
852 * Al Battani Abu Abdillah * Matematika, Astronomi, Insinyur
857 * Ibn Masawaih You’hanna * Kedokteran
858-929 * Abu Abdullah Al Battani (Albategnius) * Astronomi, Matematika
860 * Al-Farghani, Abu al-Abbas (Al-Fraganus) * Astronomy, Tehnik Sipil
864-930 * Al-Razi (Rhazes) * Kedokteran, Ilmu Kedokteran Mata, Ilmu Kimia
973 (Meninggal) * Al-Kindi * Fisika, Optik, Ilmu Logam, Ilmu Kelautan, Filsafat
888 (Meninggal) * Abbas Ibn Firnas * Mekanika, Ilmu Planet, Kristal Semu
900 (Meninggal) * Abu Hamed Al-Ustrulabi * Astronomi
903-986 * Al-Sufi (Azophi) * Astronomi
908 * Thabit Ibn Qurrah * Kedokteran, Insinyur
912 (Meninggal) * Al-Tamimi Muhammad Ibn Amyal (Attmimi) * Ilmu Kimia
923 (Meninggal) * Al-Nirizi, AlFadl Ibn Ahmed (Altibrizi) * Matematika, Astronomi
930 * Ibn Miskawayh, Ahmed Abu Ali * Kedokteran, Ilmu Kimia
932 * Ahmed Al-Tabari * Kedokteran
934 * Al-Istakhr II * Ilmu Bumi (Peta Bumi)
936-1013 * Abu Al-Qosim Al-Zahravi (Albucasis) * Ilmu Bedah, Kedokteran
940-997 * Abu Wafa Muhammad Al-Buzjani * Matematika, Astronomi, Geometri
943 * Ibn Hawqal * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
950 * Al Majrett’ti Abu al-Qosim * Astronomi, Ilmu Kimia, Matematika
958 (Meninggal) * Abul Hasan Ali al-Mas’udi * Ilmu Bumi, Sejarah
960 (Meninggal) * Ibn Wahshiyh, Abu Bakar * Ilmu Kimia, Ilmu Tumbuh-tumbuhan
965-1040 * Ibn Al-Haitham (Alhazen) * Fisika, Optik, Matematika


973-1048 * Abu Rayhan Al-Biruni * Astronomy, Matematika, Sejarah, Sastra
976 * Ibn Abil Ashath * Kedokteran
980-1037 * Ibn Sina (Avicenna) * Kedokteran, Filsafat, Matematika, Astronomi
983 * Ikhwan A-Safa (Assafa) * (Kelompok Ilmuwan Muslim)
1001 * Ibn Wardi * Ilmu Bumi (Peta Dunia)
1008 (Meninggal) * Ibn Yunus * Astronomy, Matematika.
1019 * Al-Hasib Alkarji * Matematika
1029-1087 * Al-Zarqali (Arzachel) * Matematika, Astronomi, Syair
1044 * Omar Al-Khayyam * Matematika, Astronomi, Penyair
1060 (Meninggal) * Ali Ibn Ridwan Abu Hassan Ali * Kedokteran
1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran
1090-1161 - Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran
1095 - Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran
1097 - Ibn Al-Baitar Diauddin (Bitar) * Ilmu Tumbuh-Tumbuhan, Kedokteran, Ilmu
——————————————————————————————————————————————————————-
1099 - Al-Idrisi (Dreses) * Ilmu Bumi (Geography), Ahli Ilmu Hewan, Peta Dunia (Peta Pertama)
1110-1185 - Ibn Tufayl, Abubacer Al-Qaysi * Filosofi, Kedokteran
1120 (Meninggal) - Al-Tuhra-ee, Al-Husain Ibn Ali *Ahli Kimia, Penyair
1128 - Ibn Rushd (Averroe’s) * Filosofi, Kedokteran, Astronomi
1135 - Ibn Maymun, Musa (Maimonides) * Kedokteran, Filosofi
1136 - 1206 - Al-Razaz Al-Jazari * Astronomi, Seni, Insinyur mekanik
1140 - Al-Badee Al-Ustralabi * Astronomi, Matematika
1155 (Meningal) - Abdel-al Rahman al Khazin *Astronomi
1162 - Al Baghdadi, Abdel-Lateef Muwaffaq * Kedokteran, Ahli Bumi (Geography)
1165 - Ibn A-Rumiyyah Abul’Abbas (Annabati) * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1173 - Rasheed Al-Deen Al-Suri * Ahli Tumbuh-tumbuhan
1180 - Al-Samawal * Matematika
1184 - Al-Tifashi, Shihabud-Deen (Attifashi) *Ahli Logam, Ahli Batu-batuan
1201-1274 - Nasir Al-Din Al-Tusi * Astronomi, Non-Euclidean Geometri


1203 - Ibn Abi-Usaibi’ah, Muwaffaq Al-Din * Kedokteran
1204 (Meninggal) - Al-Bitruji (Alpetragius) * Astronomi
1213-1288 - Ibn Al-Nafis Damishqui * Astronomi
1236 - Kutb Aldeen Al-Shirazi * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1248 (Meninggal) * Ibn Al-Baitar * Farmasi, Ahli Tumbuh-tumbuhan (Botany)
1258 - Ibn Al-Banna (Al Murrakishi), Azdi * Kedokteran, Matematika
1262 - Abu al-Fath Abd al-Rahman al-Khazini * Fisika, Astronomi
1273-1331 - Al-Fida (Abdulfeda) * Astronomi, Ilmu Bumi (Geography)
1360 - Ibn Al-Shater Al Dimashqi * Astronomi, Matematika
1320 (Meninggal) - Al Farisi Kamalud-deen Abul-Hassan *Astronomy, Fisika
1341 (Meninggal) - Al Jildaki, Muhammad Ibn Aidamer * Ilmu Kimia
1351 - Ibn Al-Majdi, Abu Abbas Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
1359 - Ibn Al-Magdi, Shihab Udden Ibn Tanbugha * Matematika, Astronomi
——————————————————————————————————————————————————————-
1375 (Meninggal) - Ibn al-Shatir * Astronomi
1393-1449 - Ulugh Beg * Astronomi
1424 - Ghiyath al-Din al Kashani * Analisis Numerikal, Perhitungan

Coba anda amati ada berapa macam kecerdasan yang ada di para ilmuwan itu ?
Dan sadarkan kita jika mungkin sang penemu teori multiple intellegensi itu salah satu bahan kajiannya diambil dari daftar ini.
Sekali lagi tragis kalau itu benerkan ?


Diposting oleh SUPER HERBALIS Sabtu, 16 Juli 2011 0 komentar

Ini adalah kejadian unik yang sering kita lihat disekitar kita.

Bereapa banyak dari kita ketika sakit dan mendatangi juru pengobat baik itu dokter,pembekam,sinshe atau yang lainnya justru malah anehnya kita yang mengajari mereka,bukan ?


Gak percaya ?

Ini adalah kejadian ketika pas ada pasien di suatu rumah sakit.

Pasien A datang dengan sakit perut yang melilit.Dia datang dengan pamannya yang kalau dilihat cukup berpenampilan cerdas,Anda tentu paham maksud saya bukan ?

Pasien ini memegangi perutnya yang terasa mules-mules.

Ketika dicek oleh dokter KGEH ( Konsultan ) dan menurut anamnesis pengalaman dokternya pasien ini harus dirawat karena harus ada tindakan tertentu.

Mendengar hal itu sang paman protes pada dokter ini.Gak mungkin harus opname lha keponakan saya ini cuman mules saja.Ahh dokter ini ada-ada saja ngomongnya mau cari duit lebih.Dasar rumah sakit ! Sudah gini aja dok biar saya bawa pulang saja ponakan saya ini.Paling dikasih obat di pasar sembuh juga.

Aha ! sekarang siapa yang jadi dokter ya ?


Kemudian di hari yang lain.Datang lagi pasien B dengan keluhan yang sama.Kebetulan dia datang dengan mamanya.Ceritanya dia anak mami.

Pasien B ini mengeluh perutnya mules-mules.Dokter KGEH pun dengan sigap memeriksanya.

Dokter ini mengernyitkan dahinya dan bilang ke pasien itu.Ahh anda tidak apa-apa cuman mules biasa saja saya kasih obat paling besok sudah baikan tidak perlu opname.

Mendengar hal ini sang mama tidak terima.Dokter ini bagaimana sih ? anak saya melilit perutnya dok kok malah disuruh pulang.Sudah biar dia opname saja dok dan besok tolong di cek lab semuanya ya.

Nah lho yang pasien siapa yang dokter siapa ?

Kejadian ini bisa imajinatif saja tapi bisa juga memang kenyataanny seperti ini cuman kondisi dan situasinya saja yang berbeda,tho ? Ehm jangan-jangan malah anda justru pernah seperti ini he he.

Inilah yang dinamakan pasien keminter tapi keblinger !


Nah kalau yang ini kebalikannya lagi.

Anda pernah baca iklan pengobatan traditional di koran atau tabloid ? atau jangan-jangan di forum ini ?

Bagaimana kata-katanya :

Pasien A sembuh hanya dengan sekali totok lho di tempat si anu.

Kemarin si pengobat ini hanya melaklukan bekam di titik ini bla…bla….eh pasien sembuh.Hebat!

Anda juga mungkin mendengar pengobat bilang : Ahh beres bu ….gak apa-apa kok saya kasih obat besok sembuh.Pasti ! Sekali lagi hebat !


Nah apakah anda pernah mendengar juga :

Seorang dokter jantung ,malah istrinya sendiri harus pakai ring di jantungnya ?

Pernah dengar dokter ahli paru-paru yang dia sendiri terkena asma ?

Pernah dengar dokter ahli kesuburan yang mana dia sendiri tak bisa mensuburkan kandungan sepupunya ?

Pernah dengar ahli pembekam yang dia sendiri justru jadi korban karena sembarangan dibekam istrinya ?

Disinilah ALLAH hendak menyentil para pengobat ini :

Bahwa hak menyembuhkan adalah milik ALLAH bukan para pengobat itu.

Disini ALLAH seolah-olah menunjukkan kepada kita bahwa betapa kerdilnya kita ini sebagai pengobat seolah mau ngomong :

Kalau loe emang ahli pengobatan tuh coba sembuhin dulu anakmu,istrimu,menantumu,ibumu bahkan dirimu yang lagi sakit !

So,mengapa kita berani sombong dengan mengatakan bisa mengobati ini itu !


Terkadang saya juga begitu takjub ketika menonton acara televisi : betapa hebatnya seorang ustadz hanya dengan lewat omongannya saja seketika dalam kurang 5 menit penyakit yang diderita paseinnya bisa berkurang dan sembuh.Sekali lagi luar biasakah ?

Ehm tentu jangan sembarangan mencap begitu.Kita perlu ilmu dan iman untuk melihat fenomena dan kejadian ini.Jika diteliti terkadang sang ustadz juga tidak secara terang-terangan menjelekkan pengobatan yang dilakukan oleh dokter medis.Ups apakah ini seorang ustadz ?

Aha jangan-jangan diantara kita juga mengalami hal demikian suka sekali menjelek-jelekkan pengobatan yang dilakukan oleh pengobatan lain.Pertanyaanya adalah apakah kita yang berhak menentukan lewat pengobatan mana pasien itu bisa sembuh ? Ehm…sungguh bukankah ini bagian dari kesombongan ?

Semoga menginspirasi.


9.11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


49.12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Ash-Shu'ara (26) : 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

26.80. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,

Al-Qiyamah (75) : 27

وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ

75.27. dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?",


Rendah hati adalah salah satu dari konsep-konsep inti yang sering diingatkan kepada kita secara berulang-ulang. Rendah hati adalah tanda iman sedangkan kesombongan adalah tanda kafir


Jika kerendahhatian dianggap identik dengan iman dan kesombongan dianggap identik dengan kafir, itu karena iman membimbing manusia kepada pemahaman dan kebijaksanaan, sementara kafir menghalangi seseorang dari memperoleh kebaikan. Dengan membangun kesadaran akan Allah melalui kearifan, seseorang yang memiliki iman dalam hatinya tidak akan pernah berani menyombongkan diri. Dia menerima dengan rela bahwasanya Allah berkuasa atas segala sesuatu, sedangkan dia sebagai manusia hanyalah seorang hamba yang diberkahi dengan banyak kenikmatan. Orang yang mendapat hidayah melihat kekuasaan Allah dalam segala hal dan menyadari kelemahan dirinya sebagai manusia yang merasa lapar, mudah mendapat sakit dan menderita rasa sakit. Dia tidak dapat mencegah dirinya dari bertambah tua. Dia tidak menciptakan dirinya sendiri dan juga tidak dapat menghindari mati.


Dengan tubuh yang cenderung kepada kelemahan, dia ditakdirkan hidup untuk periode waktu tertentu hingga pada akhirnya dia mati dan kembali kepada Penciptanya. Tidak ada satu alasanpun yang pantas baginya untuk menyombongkan diri. Bahkan seandainyapun dia memiliki hal yang pantas untuk disombongkan, dia tetap tidak layak untuk menyombongkannya karena semuanya, baik itu dirinya maupun yang dia miliki, adalah pemberian Allah. Karena itu sudah selayaknya dia berterima kasih ketimbang menyombong. Pengakuan akan keagungan sang pencipta, dengan sendirinya akan memimpin orang itu. Dia benar-benar sadar akan kelemahannya di mata Allah, namun dia tidak menunjukkannya kepada orang lain. Sebaliknya, dia dikenal sebagai orang yang bermartabat, terhormat, rendah hati, percaya diri, dan dewasa.


Akibat kurang mampu untuk memahami Allah, orang kafir tinggal di dalam cengkeraman kesombongan dan kebanggaan mereka yang percuma. Mereka merasa memiliki identitas terpisah yang bebas dari Allah. Kelebihan pribadi seperti kecerdasan, kesejahteraan, penampilan menawan, kemasyhuran, menjadi hal-hal yang membuat mereka memuji diri mereka sendiri. Mereka tidak mengerti bahwa semua itu adalah berkah yang diberikan oleh Allah dan dapat dicabut sewaktu-waktu. Aspek lain dari orang kafir adalah rasa rendah diri yang berlebihan. Hal ini secara umum adalah akibat dari ketidakmampuan untuk mencapai status atau standar hidup tertentu. Akibat ketidaksadaran total akan konsep-konsep kunci semacam itu serta konsep kepatuhan dan keyakinan kepada Allah, orang kafir dapat mengalami penderitaan dari berbagai macam penyakit jiwa yang berbeda, dan yang terbanyak adalah rendah diri yang berlebihan atau terlalu tinggi hati. Keadaan mereka didefinisikan di dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang membantah dalil-dalil Kami tanpa alasan, yang mereka peroleh itu tidak lain karena kesombongan nafsu ingin mendapat atau mempertahankan kedudukan sebagai orang besar, padahal maksudnya itu tidak akan tercapai. Oleh karena itu mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Al-Mukmin:56

Seseorang yang berada dalam keadaan ini menemukan bahwa segala sesuatunya tidak berarti kecuali keberadaannya sendiri. Di matanya segalanya adalah alat untuk memuaskan egonya. Dia terus-menerus berada dalam usahanya memuji dirinya sendiri. Dia menyangkal kegagalan-kegagalannya dan tidak pernah mengakui bahwa dia berasal dari jenis manusia yang sangat mungkin berbuat salah. Pada beberapa hal, dia mengembangkan kebencian yang hebat terhadap agama. Hal ini pada dasarnya karena agama mengajarkan kebenaran yang unik bahwa seorang manusia hanyalah hamba Allah yang mana keberadaannya secara total bergantung pada Allah. Namun karena termakan habis-habisan oleh harga dirinya, dia menjadi buta pada kebenaran yang ditunjukkan oleh agama. Di dalam penyangkalan itu, dia berpegang teguh pada pendiriannya sendiri tentang hidup. Al-Qur'an menjelaskan tentang orang-orang semacam ini sebagai berikut:

Mereka mengingkarinya karena zalim dan sombong, padahal hati mereka meyakini kebenarannya. Sebab itu perhatikanlah bagaimana kesudahannya orang-orang yang berbuat onar. An-Naml:14

Karena terbelenggu oleh kesombongannya, orang semacam itu hidup demi memuaskan ego mereka sendiri. Tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang-orang yang cenderung kepada berbuat kejahatan. Ayat di bawah ini memperingatkan kita tentang tindakan mereka yang memperdayakan:

Di antara manusia Golongan manusia ini ialah orang-orang yang perkataanya berbeda dengan perbuatannya atau berbeda dengan apa yang tersembunyi di dalam hatinya. Keahliannya dalam memutar-balikkan sesuatu dan memutar lidahnya dalam pembicaraannya hingga dapat menarik perhatian pendengar adalah senjata ampuhnya . Dia dapat mempertahankan pendiriannya yang salah, dengan kepintaran memutar lidah semata. Golongan manusia yang seperti ini, ada pada tiap-tiap bangsa dan masa ada golongan yang ucapannya menarik perhatianmu mengenai kehidupan dunia ini, dan dipersaksikannya dengan nama Allah atas kebenaran isi hatinya, padahal dia adalah musuh utama. Dan apabila dia telah pergi meninggalkan pendengarnya, maka ia membuat kerusakan di muka bumi, dirusakkannya sawah ladang dan ternak Dalam hubungan itu sebagian cendekiawan muslim berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sawah dan ladang ialah perempuan. Yang dimaksud dengan ternak ialah turunan. Ini berdasarkan ayat Tuhan. (Lihat 2:223). Maka dengan ini yang dimaksud merusak sawah ladang ialah merusak kehormatan perempuan dengan menggaulinya dengan cara tidak sah, untuk kemudian melahirkan anak (turunan) yang tidak sah pula. Dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Dan bila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah!", serta merta timbul keangkuhannya yang menjurus kepada dosa. Cukuplah neraka jahanam sebagai balasannya; dan itulah tempat tinggal yang seburuk-buruknya. Al-Baqarah:204-206

Dalam ayat lain, sikap dari orang-orang yang sombong dinyatakan sebagai berikut:

Didengarnya beberapa dalil Allah yang dikemukakan kepadanya, kemudian dia tetap menyangkal dengan sombongnya, seolah-olah dia tidak mendengarkannya. Karena itu, gembirakanlah dia dengan siksaan yang pedih. Al-Jatsiyah:8

Menyangkal kebenaran hanya karena kesombongan belaka, adalah kunci pemahaman tentang arti kesombongan. Dengan berbuat sombong berarti seseorang telah memilih jalan kesedihan baik itu di dunia maupun di akhirat nanti. Itulah sebabnya kesombongan menjadi musuh manusia yang paling membahayakan.

Bahkan kesombongan pulalah yang menjadi alasan penolakan Iblis untuk memberikan penghormatan kepada Nabi Adam. Hal ini dijelaskan di dalam Al-Qur-an dalam sebuah cerita:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Manakala telah kusempurnakan kejadiannya dan setelah kutiupkan roh ciptaanKu; hendaklah kamu merendahkan diri sujud kepadanya." Lalu para malaikat itu sujud semuanya; kecuali iblis. Dia berlagak sombong, dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Tuhan bertanya: "Hai iblis, apakah gerangan yang menghalangimu untuk sujud kepada seseorang yang telah Kuciptakan dengan kekuasaanKu? Apakah kamu berlagak sombong atau merasa diri tergolong orang yang lebih tinggi?" Iblis menjawah: "Aku lebih baik dari padanya. Engkau menciptakanku dari api, sementara dia Engkau ciptakan dari tanah. Tuhan berfirman: "Keluarlah kamu dari Syurga, sesungguhnya engkau sudah terusir." Dan kutukanKu tetap atasmu sampai "Hari Pembalasan." Sad: 71-78

Pernyataan yang digunakan iblis di dalam ayat tersebut sangatlah mengejutkan dan mencerminkan watak kejinya. Iblis dikuasai oleh perasaan tak berdasar yang membuatnya merasa lebih penting dari Adam. Iblis enggan mengakui bahwa Allah-lah yang sanggup memuliakan makhluk. Padahal dengan diperintahkannya malaikat untuk bersujud pada Adam, jelas bahwa Iblis pun kalah mulia dari Adam karena sebelum adanya Adam, malaikat adalah makhluk yang paling mulia diantara semua makhluk. Tidak satu makhlukpun yang berani melawan perintah Allah namun Iblis berani dan sebagai akibatnya dia dikutuk selama-lamanya.

Iblis memberikan sebuah contoh jahat bagi orang-orang yang mengikuti jalannya. Iblis memberontak kepada Allah dan mendorong manusia untuk memberontak juga. Ayat di bawah ini menjelaskan tentang bagaimana manusia disesatkan:

Tuhan berfirman: "Hai iblis mengapa kamu tidak sujud menyertai mereka?". Iblis menjawah: "Aku tidak layak bersujud kepada makhluk yang Engkau ciptakan dari jenis "tanah liat yang dibentuk itu". Allah berfirman: "Keluarlah dari sini, karena kamu terkutuk, sedang kutukan itu selalu akan menimpamu sampai hari kiamat". Berkata iblis: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari kebangkitan manusia". Tuhan menjawah: "Kamu diberi tangguh, sampai pada suatu hari, yang waktunya sudah dikenal Maksudnya "Hari tiupan sangkakala yang pertama yaitu pada saat berakhirnya hari-hari dunia", dan permulaannya "hari-hari akhirat", di mana semua makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi dimatikan. Itulah permulaan kiamat, ditandai dengan tiupan sangkakala yang pertama. Iblis berkata lagi: "Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku ini makhluk sesat, maka aku akan merangsang anak cucu Adam di muka bumi ini untuk berbuat maksiat, dan akan kubawa sesat mereka semuanya. Al-Hijr:32-39

Iblis menginginkan manusia untuk tersesat juga. Ini adalah tipe kepuasan jiwa yang juga ada pada manusia. Sama seperti halnya Iblis, seseorang yang melakukan kejahatan juga menginginkan orang lain melakukan kejahatan dan dihukum juga. Harapan untuk berbagi kejahatan; dan dengan demikian juga berbagi hukuman, telah menjadi hiburan bagi orang-orang yang menolak beriman dan mengingkari keberadaan Allah karena mereka tahu bahwa mereka juga dikelilingi oleh orang-orang yang juga tersesat. Rasa sentimen seperti "Semua orang juga melakukannya" dan "Jika orang-orang masuk neraka saya juga", biasanya diungkapkan. Alasan dari pernyataan ini adalah logika seperti yang dijelaskan di atas. Iblis sadar betul akan keberadaan dan kekuasaan Allah namun karena dikendalikan oleh rasa tinggi hati yang berlebihan, dia mengharapkan "perlakuan istimewa" dan ingin menikmati hak-hak istimewa pula. Itulah sebabnya dia menolak ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Adam. Di dalam Al-Qur'an digambarkan bagaimana orang-orang kafir sebenarnya mengakui keberadaan Allah, namun karena "percaya bahwa mereka memiliki beberapa keunggulan istimewa", mereka ingin menikmati hal-hal tertentu di atas orang lain. Apalagi banyak orang tersesat yang menganggap diri mereka "kekasih Allah". Di dalam Al-Qur'an sikap mental semacam ini sering ditegaskan:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihnya-Nya". Katakanlah! kalau begitu mengapa Tuhan menyiksamu karena dosa-dosamu?". Tidak benar kamu adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih Tuhan, tetapi kamu adalah manusia biasa di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni siapa saja yang dikehendaki-Nya pula. Dan kepunyaan Allah-lah kekuasaan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya. Dan kepada-Nya-lah tempat kembali segala-galanya. Al-Maidah:18

Perasaan istimewa dan superior terwujud dalam berbagai bentuk. Islam mengajarkan kepada manusia bahwa manusia berhutang kehidupannya kepada Allah dan manusia tidak memiliki hal apapun kecuali apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya. Menolak fakta ini adalah penyebab utama yang membuat sebagian besar manusia tersesat. Apakah bedanya pernyataan Iblis yang menyatakan "Aku diciptakan dari api" dengan peryataan "Aku anggota keluarga terpandang", "Aku memiliki banyak uang", atau "Aku berpenampilan menawan". Hal-hal tersebut menjadi alasan atas kesombongan mereka. Peristiwa Qarun adalah contoh nyata seperti yang diceritakan dalam surat Al-Qasas:76-83.

Seperti yang kita lihat pada ayat di atas, Qarun dan orang-orang sejenisnya percaya bahwa mereka diberi anugrah karena sifat-sifat tertentu yang mereka miliki sehingga pantas ditolong oleh Allah dan menganggap orang miskin sebagai orang yang tidak pantas mendapat pertolongan dari Allah. Mereka lupa dan menyangkal bahwa semua sifat-sifat tersebut pada dasarnya adalah anugrah Allah. Pernyataan Qarun: "Harta ini diberikan kepadaku karena ilmu tertentu yang aku miliki", adalah suatu kesombongan. Inilah sebabnya orang merasa penting dan suka memaksa kepada orang lain ketika merasa dirinya berhasil, makmur, dan berkuasa. Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang menganggap diri mereka kekasih tercinta Allah.

Manusia itu tidak pernah jemu memohon kebaikan, tetapi jika dia ditimpa malapetaka, dia putus-asa dan hilang harapan. Bila mereka Kami beri karunia setelah mereka menderita kesengsaraan, mereka katakan: "Inilah hakku, dan aku tidak yakin bahwa kiamat itu akan terjadi. Namun bila aku dikembalikan kepada Tuhanku, tentu sejumlah kehormatan telah ada untukku pada sisi-Nya". Sesungguhnya Kami akan memberitahukan kepada orang-orang kafir itu perbuatan maksiat yang pernah mereka kerjakan, lalu kami rasakan siksaan yang keras kepadanya. Fusshilat: 49-50

Sebaliknya orang-orang beriman tidak yakin bahwa dirinya pantas masuk surga. Itulah sebabnya orang beriman menyembah Tuhan mereka dalam "rasa takut dan harap" (As-Sajadah:16). Mereka mengharap Allah dan berdoa "Lindungilah kami dari api neraka (Al-Baqarah:201) "Jangan biarkan kami tersesat setelah kami Engkau beri petunjuk" (Al-Imran:8) "Hadirkanlah jiwa kami di hadapanmu sebagai orang muslim yang tunduk pada keinginanmu" (Al-A'raf:126). Semuanya itu jauh dari sifat orang kafir yang merasa pasti bahwa dirinya akan masuk surga. Kesombongan adalah penghalang bagi keselamatan abadi seseorang karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi menyombongkan diri (Al-Hadid:22). Ayat-ayat di bawah ini memperingatkan manusia secara berulang-kali untuk menghindari kesombongan:

Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan congkak. Sebab engkau tidak akan mampu menembus bumi, dan tidak pula akan dapat menjulang setinggi gunung. Al-Isra:37
Dan janganlah engkau membuang muka penuh kesombongan terhadap orang lain dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sebab Allah tidak senang terhadap semua orang yang sombong lagi angkuh. Luqman:18
Tiada suatu bencanapun yang menimpa masyarakatmu di bumi Seperti musim paceklik, bencana alam, penjajahan, dan lain-lain atau yang langsung menimpa dirimu sendiri, hanya sudah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh sebelum bencana itu Kami ciptakan. Hal itu bagi Allah mudah saja. Demikianlah agar kamu jangan terlalu berduka cita terhadap sesuatu yang sudah luput darimu, dan jangan terlalu gembira terhadap sukses yang telah kamu capai. Allah tidak menyukai kepada semua orang yang sangat sombong dan bersikap angkuh. Al-Hadid:22-23
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan apapun juga. Dan berbaktilah kepada kedua orang ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh Sekalipun tetangga jauh itu bukan muslim, teman sejawat Yang dimaksud adalah teman dalam perjalanan, orang-orang yang dalam perjalanan, dan hamba sahaya yang berada di bawah kekuasaanmu. Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang sombong dalam gerak-geriknya lagi sombong dalam ucapannya. An-Nisa:36

Di dalam Al-Qur'an, orang beriman berulang kali diingatkan untuk rendah hati dan bersikap lunak. Orang beriman secara teliti menghindari kesombongan karena mereka dapat memahami ayat bahwasanya Allah membenci orang-orang yang sombong lagi menyombongkan diri. Karena itu Al-Qur'an mendeklarasikan bahwa kerendahah-hatian adalah kebaikan dasar orang beriman.

Bagi masing-masing umat yang beragama, telah kami syari'atkan ibadah kurban Maksudnya menyembelih binatang ternak atas dasar pengarahan: mendekatkan diri kepada Allah semata. Islam menyatukan arah semua aktifitas muslim, baik dalam tutur-kata maupun amal perbuatan ke satu arah, yaitu: Allah. Tidak terkecuali dengan ibadah kurban ini. Itulah warna kehidupan muslim dan itu pulalah akidah muslim. Maka berdasarkan kesatuan arah ini pulalah diharamkan memakan daging binatang sembelihan yang tujuan menyembelihnya menyimpang dari akidah tauhid, dengan menyebut nama selain Allah. Misalnya nama berhala anu, batu keramat ini, tempat keramat itu, dan sebagainya, dan sebagainya, supaya mereka menyebut nama Allah pada waktu menyembelihnya dan bersyukur kepadaNya atas pemberian binatang ternak itu kepadanya. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kepadanya! Dan berilah berita gembira orang-orang yang tunduk patuh kepada Tuhan. Al-Hajj:34
Hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih ialah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang yang bodoh mengucapkan kata yang tidak sopan kepadanya, dijawabnya dengan: "Selamat Sejahtera!" Al-Furqan:63
Itu kampung akhirat yang pernah kau dengar beritanya Kami jadikan kenikmatannya bagi orang-orang yang tak pernah berlagak sombong dan merusak di permukaan bumi. Dan syurga, adalah akibat yang baik bagi orang yang takwa. Al-Qasas: 83 Adapun yang beriman dengan ayat-ayat Kami, tidak lain hanya orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat itu, mereka menyungkur sujud sambil mengucapkan puja dan puji kepada Tuhannya, lagi mereka tidak pernah bersikap sombong. As-Sajadah:15

Ini adalah hal yang agak penting untuk dipertimbangkan. Apakah seseorang itu beriman ataukah tersesat, bergantung pada sombong atau rendah hatikah dia. Akibat-akibat dari kesombongan dijelaskan dalam ayat-ayat di bawah ini:

Akan Aku belokkan orang-orang yang bersikap sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar dari memahami tanda-tanda kekuasaanKu Petunjuk dan keberuntungan yang dibawa oleh Syari'at Tuhan. Ciri-ciri orang yang sombong itu ialah: Jika mereka melihat ayat-ayat-Ku mereka tidak mempercayainya, jika mereka melihat petunjuk jalan mereka tidak mau melaluinya, dan bilamana mereka melihat jalan kesesatan mereka langsung menempuhnya. Yang demikian itu disebabkan mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan selalu lalai dari padanya. Al-A'raf: 146

Orang-orang yang memerangi para pendakwah juga sombong seperti halnya orang-orang yang memerangi para rasul. Orang seperti itu didefinisikan sebagai "para pemimpin orang kafir" atau "orang-orang yang bersikap sombong" yang di dalam Al-Qur'an disebut sebagai menolak mematuhi rasul karena kesombongan dan arogansi. Mereka menolak bimbingan orang lain kepada jalan kebenaran. Atas dasar sikap suka menentang, mereka menganggap tak ada halangan. Kesombongan para pemimpin orang kafir ini sering disebut di dalam Al-Qur'an:

Pemuka-pemuka kaumnya yang sombong, mengatakan kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman diantara mereka, katanya: "Tahukah kalian bahwa Shalih diutus menjadi Rasul oleh Tuhannya?" Mereka menjawah: "Sesungguhnya kami ini beriman kepada wahyu yang diturunkan kepada Shalih di mana ia disuruh menyampaikannya". Orang-orang yang sombong itu berkata lagi: "Sesungguhnya kami tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu". Orang yang terkemuka dari kaum Syu'aib itu berkata: "Hai Syu'aib kami akan mengusir kamu dan pengikut-pengikutmu yang beriman itu dari negeri kami ini, atau kamu bersedia menganut kembali agama kami. Syu'aib menjawab: "Apakah akan kamu paksa juga, sekalipun kami tidak sudi?" Al-A'raf: 75-76; 88

Orang sombong menetapkan standar tertinggi atas status sosial, kemakmuran, dan kemasyhuran. Utusan manapun yang tidak dapat memenuhi standar tersebut, akan mereka anggap sebagai orang yang tidak mampu untuk memimpin manusia kepada jalan kebenaran. Sikap bawaan yang paling lazim dari orang kafir adalah kecenderungan mereka untuk memberontak melawan para utusan terpilih Allah.

Dalam Al-Qur'an, pemberontakan Bani Israil melawan Thalut, seorang pemimpin yang diutus kepada mereka, diceritakan sebagai berikut:

Nabi mereka berkata lagi kepada mereka. "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Mana mungkin Thalut akan dapat merajai kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, lagi pula ia tidak mempunyai kekayaan yang cukup banyak". Nabi mereka menjawab: "Sungguh, Allah yang telah memilihnya menjadi rajamu, dan akan menganugrahinya dengan ilmu yang luas dan keperkasaan" Mereka berpendapat bahwa yang patut menjadi raja ialah mereka dari turunan raja-raja dan bangsawan serta kaya-raya. Padahal syarat yang diperlukan untuk seorang raja ialah: memiliki kepribadian yang menonjol, mempunyai ilmu pengetahuan yang luas di segala bidang. Dan Allah menganugrahi kerajaan kepada orang yang disukai-Nya, dan Allah itu Maha Luas Pemberian-Nya dan Maha Mengetahui. Al-Baqarah: 247

Juga selama periode Nabi Muhammad, orang terkemuka pada masa itu dengan berapi-api menentang beliau (Az-Zukhruf: 37). Sikap perlawanan mereka, tidak salah lagi, dihasilkan dari kebiasaan mereka menilai orang berdasarkan kesejahteraan, harta, dan nama baik. Mereka baru akan patuh apabila utusan yang dikirim adalah orang terkemuka dan kaya. Namun mematuhi seseorang hanya karena dia dipilih oleh Allah saja, bagi mereka sangat sulit karena mereka sombong. Hal yang sama terjadi pada Nabi Shaleh:

Kata mereka: "Apakah kita akan mengikuti seorang manusia biasa dari kalangan kita sendiri. Jika demikian kita ini benar-benar dalam kesesatan, gila macam kuda liar?" Apakah terhadap orang biasa di antara kita itukah wahyu itu diturunkan? Padalah dia seorang pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan tahu siapa sebenarnya yang bohong dan sombong itu. Al-Qamar: 24-26

Dalam memahami betapa sombongnya orang yang tersesat, Surat Al-Mudatsir menerangkan kepada kita secara jelas. Surat itu menerangkan tentang seseorang yang diberi banyak anugrah oleh Allah, yang mendengar dan memahami ayat Allah tapi juga tidak mematuhi perintah Allah hanya karena kesombongan belaka. Untuk itu dia pantas dihukum dengan cara dibuang ke neraka:

Biarlah Aku sendiri yang bertindak atas orang yang telah Kuciptakan "sebatangkara" Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan sehubungan dengan tingkah polah seorang pimpinan kafir Quraisy, yang bernama Walid bin Mughirah. Dia dilahirkan sebatangkara lagi papa. Lalu ia menjadi kaya-raya, serta dapat pula kekuasaan dengan menduduki kursi pimpinan dalam masyarakat kafir Quraisy. Dan telah Kuberikan kepadanya harta benda yang melimpah ruah; dan anak-anak yang selalu mendampinginya. Dan aku lapangkan baginya rezeki dan kekuasaan selapang-lapangnya. Lalu ia ingin sekali supaya harta benda dan kekuasaan itu Aku tambah lagi. Sekali-kali tidak akan Kutambah! Karena dia sangat menentang ayat-ayat kami. Akan Kutimpakan kepadanya siksaan yang tidak tertanggungkan. Dia telah memikirkan rencana penolakan Al-Qur'an semasak-masaknya, dan menetapkan tindak pelaksanaannya. Maka terkutuklah dia! Bagaimanapun "cara" yang diperbuatnya. Sekali lagi terkutuklah dia! Bagaimanapun "lampah" yang dilakukannya. Lalu ia berpikir tentang Al-Qur'an berkali-kali. Lalu di bermuka asam dan memberengut. Sesudah itu dia berpaling terus pergi dengan rasa penuh keangkuhan. Lalu dia berkata: "Al-Qur'an ini adalah sihir orang lain yang diambil alih oleh Muhammad". Dan tidak lain, hanyalah perkataan manusia belaka. Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Saqar. Sampai dimana pengetahuanmu tentang neraka Saqar itu? Neraka Saqar itu, tidak menyisakan daging, dan tidak pula membiarkan tinggal tulang-tulang. Pembakar kulit manusia. Al-Mudatsir: 11-29

Pada ayat lain keadaan orang sombong di neraka digambarkan sebagai berikut:

Diperintahkan kepada penjaga neraka: "Tangkaplah orang yang berdosa itu dan seretlah ke tengah-tengah neraka!". "Kemudian tuangkanlah ke atas ubun-ubunnya air mendidih tadi sebagai siksaan. "Rasakanlah! Karena engkau pernah mengatakan bahwa engkau orang yang perkasa dan mulia Ucapan ini dilontarkan sebagai ejekan dari Nabi Muhammad terhadap lawannya Abu Jahal, ketika dibunuh pada masa Perang Badar. Demikian Al Umawi dalam beberapa kisah pertempurannya yang diutarakan oleh 'Ikrimah. Siksaan ini adalah siksaan yang waktu di dunia dahulu engkau sangsikan. Ad-Dukhan: 47-50

Manusia hanyalah hamba Allah. Sadarilah keadaan diri sebelum Allah menyadarkan. Hendaknya seseorang menyadari bahwa dia tidak memiliki apapun karena semuanya adalah anugrah Allah. Karenanya dia akan menemukan pertolongan sejati dengan berterima kasih kepada Allah. Jika dia mulai menampakkan kesombongan atas anugrah yang diterimanya, dia akan segera kehilangan kenikmatan yang diperoleh dari anugrah itu. Allah membimbing orang yang menyadari bahwa dia hanya seorang hamba. Namun jika manusia bertindak sebaliknya, dia akan mendapat kemurkaan tuhannya sebagaimana yang diceritakan pada ayat di bawah ini:

Al-Masih sendiri sekali-kali tidak merasa rendah menjadi hamba Allah begitu juga malaikat-malaikat yang terdekat dengan Allah Yaitu di antaranya ialah Malaikat Jibril (Ruhul Kudus) yang membawa perintah penciptaan Al-Masih An-Nisa: 172.
Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Al-A'raf: 36

Adapun orang yang tidak menyombongkan diri lagi bersikap lunak, adalah hamba Allah sejati dan akan dihadiahi dengan surga:

Itu kampung akhirat yang pernah kau dengar beritanya. Kami jadikan kenikmatannya bagi orang-orang yang tidak mau berlagak sombong dan tidak mau merusak di permukaan bumi. Dan syurga, adalah akibat yang baik bagi orang-orang yang takwa. Al-Qasas: 83

Diterjemahkan dari buklet "The Basic Concepts in The Qur'an" karya Harun Yahya. www.harunyahya.com. Terjemahan Al-Qur'an dikutip dari "Terjemah dan Tafsir Al-Qur'an" susunan Bachtiar Surin terbitan Fa. SUMATRA Bandung.

Diposting oleh SUPER HERBALIS Rabu, 20 April 2011 1 komentar



KUMPULAN DOA DALAM AL-QURANUL QARIM
Disusun oleh : Anggun Semendawai

Sobatku yang baik...
Di setiap selesai sholat kita tentunya berdoa, memohon kepada Allah swt. Doa juga bisa kita panjatkan kapan saja dan dimana saja. Kita dapat merasakan kekuatan doa yang kita panjatkan, karena doa itu merupakan sumber kemuliaan sejati yang menghubungkan seorang hamba dengan Rabb-Nya.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa doa merupakan ibadah. Nabi Muhammad saw bersabda: “Doa itu adalah ibadah” Kemudian beliau membaca: Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (HR. Titrmidzi)

Berdoa dilakukan dengan kerendahan hati, memohon kepada Allah swt karena kita lemah di hadapan-Nya. berdoa merupakan perbuatan yang mulia. Betapapun banyaknya kebaikan seseorang bila tidak diiringi dengan kerendahan hati untuk memohon dan merasa butuh kepada Allah melalui doa, maka orang itu tidak akan memperoleh ganjaran atas segenap kebaikannya tersebut.

Demikian diriwayatkan oleh istri Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, Aisyah radhiyallahu ’anha. Berkata Aisyah: “Ya Rasulullah, di masa jahiliyyah Ibnu Jud’an menyambung tali silaturrahim dan memberi makan kepada orang miskin. Apakah hal itu dapat memberikan manfaat bagi dirinya?” Nabi menjawab: “Semua itu tidak akan memberikan manfaat baginya karena sesungguhnya dia tidak pernah seharipun berdoa: ”Ya Rabbku, ampunilah kesalahanku pada hari kiamat.” (HR Muslim)

Sumber kemuliaan seseorang terletak pada kerajinan dan kesungguhannya berdoa dan bermunajat kepada Allah swt. Bahkan Nabi Muhammad saw menggambarkan kegiatan berdoa sebagai perkara yang paling mulia di sisi Allah swt. Nabi Muhammad saw bersabda:”Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR Ibnu Majah).

Berdoa dengan hati yang sungguh-sungguh mengharapkan dikabulkannya doa oleh Allah swt merupakan salah satu syarat terkabulnya doa kita. Nabi Muhammad saw bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan di-ijabah dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (HR Tirmidzi)

Al-Quran sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:

1. Doa Pembangunan
Artinya: "Ya Tuhan, terimalah kebaktian kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula anak turunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang!." (QS. Al-Baqarah: 127-128).

Penjelasan
Doa ini baik sekali dibaca setelah selesainya membangun rumah, mesjid, pesantren, madrasah dan pembangunan yang lain.

Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa Nabi Ibrahim a.s. membaca doa ini setelah selesai membangun Baitul Haram (Kabah). Yang pada waktu itu ditimpa banjir besar (zaman Nabi Nuh as), kemudian Nabi Ibrahim dibantu puteranya Ismail as membangun kembali ka'bah tersebut. Setelah selesai mereka berdua mengangkat tangan seraya berdoa dengan lafazh doa di atas.

2. Doa Sapu Jagad
Artinya: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta
selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Penjelasan
Dalarn Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan haji.

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala kejelekan. Oleh karena baik sekali doa ini dibaca pada setiap kesempatan.

3. Doa Tabah Menghadapi Lawan
Artinya: "Ya Tuhan, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 250).

Dijelaskan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh sekelompok mukmin yang bergabung dengan pasukan Thalut melawan jalut. Sehingga dengan doa tersebut dan izin Allah Swt. pasukan Thalut dapat mengalahkan Jalut, dan Dâud membunuh Jalut.

4. Doa Keselamatan
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang- orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).

Penjelasan:
Ibnu Katsir dalarn kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan." (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340).

5. Doa Menghindari Kesesatan
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia." (QS. Âli 'Imrân: 8).

Penjelasan
Dalam Al-Quran dijelaskan, baliwa doa ini dibaca oleh orang-orang ahli ilmu yang beriman kepada keagungan Al-Quran. Dan mereka berdoa kepada Allah Swt. agar tetap ada dalam jalan kebenaran, hatinya tidak condong kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk, serta memohon curahan rahmat-Nya.

6. Doa Kekuatan Iman
Artinya: "Ya Tuhan, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dan siksa neraka:" (QS. Âli 'Imrân: 16)

Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh orang bertaqwa yang rajin melaksankan perintah Allah Swt., sehingga ia lupa pada kesenangan dunia.

Baik sekali doa ini dibaca juga untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

7. Husnul Khâtimah (akhir yang baik)
Artinya: "Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: "Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa- dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang- orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji." (QS. Âli Imrân: 193-294).

Penjelasan:
Baik sekali doa di atas dibaca pada setiap kesempatan, tapi lebih utama pada waktu tengah malam (sepertiga malam) sampai menjelang shubuh. Karena ayat ini pula yang dibaca Nabi Saw. ketika bangun dari tidurnya sambil memandang langit. Demikian peielasan Al-Bukhârî dari Ibnu 'Abbâs.

8. Doa Penyesalan
Artinya: "Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'râf 23).

Penjelasan
: Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan isterinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Karena penyesalannya atas melanggar larangan Allah Swt., maka mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih detailnya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-A'râf ayat 11-25.

9. Doa Tolak Neraka
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim." (Al-A'râf 47).

Penjelasan:
Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A'râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatanya, mereka berkata: "Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga." Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka berkata: "Kami berlindung kepada Allah dari apa yang sedang kalian alami, Wahai ahli neraka." Lalu mereka berdoa dengan doa diatas, yaitu memohon agar tidak disatukan dengan orang-orang zhalim.

10. Doa Mohon Keadilan
Artinya: "Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya." (QS. Al-A'râf 89).

Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu'aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran inkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama merekaketika itulah Nabi Syu'aib a.s. memohon kepada Allah agar diberi keadilan antara agama Allah dan agama kaumnya. Lebih detailnya kisah Nabi Syu'aib ini bisa dilihat dalam Surah Al-A'râf ayat 89-91, dan tafsir Kurtubi Juz, VII, hal.251.

Doa-doa Dalam Al-Qur'anul Qarim

Al-Quran sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:

11. Doa Mohon Keselamatan
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." (Qs. Yûnus: 85-86).

Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir'aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yûnus ayat 83-86.

12. Doa Mohon Perlindungan
Artinya: "Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi." (QS. Hûd: 47).

Penjelasan:
Doa ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya (kan'an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar. Nabi Nuh a.s. perotes kepada Allah Swt., "kenapa anaknya (kan'an) ikut dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku." (QS. Hûdayat 45).

Kemudian Allah memberikan jawaban: "bahwa dia (Kan'an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang beriman kepada Allah.(Hûd ayat 46).

Setelah diperingatkan Allah, Nabi Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian Allah mengabulkan doanya. (QS. Hûd ayat 48).

13. Doa Keluarga Maslahah
Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrâhîm: 41-42).

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.

Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibâhîm ayat 35-42.

14. Doa Mohon Tempat yang Baik
Artinya: "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong." (Al-Isrâ': 80).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca bukan hanya dikhususkan ketika kita akan pergi. Tetapi dalam berbagai keadaan yang sering kali berubah sangat dianjurkan untuk dibacanya seperti akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih pemimpin. Doa di atas dibaca agar kita mendapatkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Baik juga doa di atas dibaca ketika kita akan meninggalkan tempat yang kita huni (dunia), memohon agar ditempatkan pada tempat yang layak setelah meninggal. Demikian Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya.

15. Doa Mohon diberi Kemudahan
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini." (QS. Al-Kahfi: 10).

Penjelasan:
Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhâb al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka Kisah Ashhâbu al-Kahfi dapat dibaca dalam Surah Al-Kahfi dari ayat 9-26.

16. Doa Kelapangan hati
Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thâha: 27)

Penjelasan:
Doa di atas balk sekali dibaca ketika menghadapi kezhaliman seseorang, kelompok, dan penguasa. Juga dibaca agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula yang sering dibaca oleh para mubaligh.

Al-Quran mengisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa a.s. ketika mendapat perintah dari Allah Swt. agar menyampaikan risalah kepada Fir'aun. Dan akhirnya Allah Swt. mengabulkan permintaan Nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-kahfi dari ayat 24-36.

17. Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyâi': 89).

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Âli 'Imrân: 38).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih. Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al- Our'an Surah Al-Anbiyâ' ayat, 89-90; Âli-'Imrân, 38-41.

18. Doa Mohon Terlepas dari Musibah
Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku." (OS. Al- Mukminûn: 97-98).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca dalam berbagai keadaan agar selamat dari tipu daya syathan, baik dalam beramal maupun dalam pergaulan. Dan doa diatas merupakan perintah Allah agar kita memperbanyak membacanya ketika terjadi musibah. (QS. Al-Mukminûn ayat 93-94).

19. Doa Mohon Kemuliaan
Artinya: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal." (QS. Al-Furqân: 65).

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqân: 74).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.

20. Doa Mensyukuri Ni'mat
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih." (QS. Al-Naml: 19).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca agar kita mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia" hingga kemudian mendapatkan kebaghagiaan di dunia dan akhirat. Doa tersebut pula yang dibaca Nabi Sulaiman a.s. yang kaya raya tidak ada bandingannya.

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqâf. 15).

Penjelasan:
Doa diatas dibaca oleh orang-orang mukmin yang jujur agar mereka diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat, berbakti kepada orang tua, beramal sahalih, diberi keturunan yang mulia dan tobatnya diterima.

Ahli Tafsir yang lain menjelaskan bahwa doa tersebut berkati dengan Abu Bakar Shiddik, ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam.

Do'a Dalam Al-Qur'anul Qarim

Al-Qur'an sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:

21. Doa Mohon Keluasan Rahmat
Artinya: "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Sebab orang- orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, sungguh telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Mukmin: 7-9)

Penjelasan:
Doa di atas dibaca oleh para malaikat penjaga'arasy Allah sebagai tasbih kepada-Nya. Mereka mendoakan kaum mukminin dengan doa di atas.

22. Doa Selamat dari Kedengkian
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang beriman yang mengikuti perjuangan salaf as-Shalih dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka memohon agar tetap melanjutkan serta meneladani keshalihan, semangat jihad dan kesucian hati mereka.

23. Doa Bertawakkal Kepada Allah
Artinya: "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa- dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."(Al- Mumtahanah: 4-5).

Penjelasan:
Doa di atas dibaca pada setiap kesempatan dan waktu. Dan menyerahkan sepenuhnya apa yang telah kita lakukan, usahakan kepada Allah Swt. semata karena hal ini pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s., dan kaum-kaumnya yang beriman. Sehingga Allah menyebutnya Ibrahim dan kaumnya sebagai teladan yang baik bagi kita.

24. Doa Diberi Pemimpin Agama
Artinya: "Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Quran dan hikmah serta menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."(QS. Al-Baqarah: 129).

Penjelasan:
Doa ini pula yang dibaca Nabi Ibrahim a.s. sebelum diangkat menjadi rasul, ketika itu Ibrahim melihat kenyataan bahwa ummatnya telah dilanda krisis moral dan krisis tauhid. Sehingga Ibrahim mendambakan pemimpin yang dapat membimbing mereka kepada jalan yang benar. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Ibrahim, hingga kemudian dirinya diangkat meniadi rasul bagi ummatnya.

25. Doa Melihat Keajaiban Alam
Artinya: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Âli 'Imrân: 191).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang berakal dan berpengatahuan, yang senantiasa menyeimbangkan antara dzikir dan fikir. Hasil kerja akal selalu dijadikan sebagai sarana bersyukur dan berdzikir kepada Allah Swt., bukan untuk mengkufuri nikmat dan anugerah yang telah diberikannya.

26. Doa Lingkungan yang baik
Artinya: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, danberilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu." (QS. Al-Nisâ': 75).

Penjelasan:
Agar selamat dari kezhaliman dan ketertindasan suatu kelompok atau golongan, maka baca doa di atas setiap saat. Baik juga dibaca agar diberi ketentraman dan disatukan dengan orang- orang yang beriman.

27. Doa Curahan Rizqi
Artinya: "Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang pada hari turunnya hidangan itu akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rizki, dan Engkaulah Pemberi rizki yang paling utama." (OS. Al-Mâ'idah: 114).

Penjelasan:
Doa diatas merupakan doanya Nabi Isa a.s. ketika ditantang oleh para pengikutnya yang menginginkan bukti konkrit atas kemukjizatan yang dimiliki oleh seorang rasul.

Bagi setiap muslim yang mendambakan limpahan rizqi dari sisi allah, sudah selayaknyalah memperbanyak membaca doa ini dalam setiap kesempatan. Kisah Nabi Isa tersebut dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-Mâ'idah ayat 111-115.

28. Doa Menghadapi Kegagalan Berdakwah
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (QS. Al-A'râf 151).

Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh Nabi Musa as ketika melihat kaumnya kembali kepada kekufuran setelah ditinggal bermunajat di gunung Sinai (Thurisina). Kisah Nabi Musa tersebut bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-A'râf ayat 150-154.

29. Doa Agar Dicintai Ummat
Artinya: "Ya Tuhan kami sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung (cinta) kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka senantiasa bersyukur." (QS. Ibrâhîm: 37).

Penjelasan:
Doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. la mendambakan keluarga yang senantiasa rajin mendirikan shalat sekalipun dihimpit permasalahan rizqi. Dengan ketabahan menghadapi realita hidup, pada akhirnya Allah mengabulkan doanya. Makkah menjadi kota yang makmur, dan keluarga Ibrahim senantiasa dicintai oleh setiap manusia. Kisah ini bisa dilihat dalam Al Quran Surah Ibrahim ayat 35-41.

30. Doa Agar Diberi Kedudukan yang Mulia
Artinya: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat." (QS. Al-Mukminûn: 29).

Penjelasan:
Baik sekali doa diatas dibaca bagi setiap orang yang menginginkan kedudukan, baik pangkat, jabatan, atau kedudikan lainnya. Karena doa tersebut merupakan doanya Nabi Nuh a.s. ketika berada dalam perahu. Ia memohon kepada Allah Swt. agar diberi kedudukan yang lebih mulia daripada kedudukan sebelumnya. Kemudian Allah Swt. mengabulkan doanya Nabi Nuh tersebut, dan menjadikannya ummat yang taat kepada Allah Swt.

31. Doa Agar Diberi Hikmah
Artinya: "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang- orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mewarisi sorga yang penuh nikmat." (QS. Al-Syu'ârâ': 83-85).

Penjelasan:
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah berhasil mendakwahkan misi dasar Islam kepada kaumnya, yaitu ajakan meniadakan sesembahan selain Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan kaumnya yang kafir dapat dibaca dalam Al-Quran Surah Al-Su'ârâ' ayat 69-85.

32. Doa Agar Diberi Bangunan Indah di Surga
Artinya: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam sorga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim." (OS. Al-Tahrîm: 11).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca oleh para pejuang yang menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi kalimat Allah. Karena doa tersebut adalah doanya Asiyah binti Mujahim, isteri Fir'aun. Ia memohon kehadapan allah Swt. agar ditempatkan dalam surga dan selamat dari kezhaliman Fir'aun, suaminya.

33. Doa Agar Dibinasakannya orang-orang Zhalim
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan." (QS. Nûh: 28).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali oleh setiap muslim agar diberi kemenangan dalam berdakwah. Karena doa tersebut merupaka doanya Nabi Nuh a.s ketika selesai menghadapi banjir besar yang merupakan siksa dari Allah Swt. kepada kaumnya yang kafir. Kisah nabi Nuh as dapat dibaca dalam Al-Quran surah Nûh ayat 25-28.

34. Doa Agar Terlepas dari Kesulitan
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiyâ': 87).

Penjelasan:
Doa diatas hendaknya dibaca pada setiap kesempatan dan waktu, agar dihindarkan dari rasa frustasi dalam menghadapi perjuangan. Karena doa tersebut merupakan doanyan Nabi Yunus as sebagai penyesalan atas kelancangannya meninggalkan dakwah. Ia merasa berat menghadapi kaumnya yang membangkang, hingga kemudian ia tinggalkan. Kisah ini dapat dilihat dalam Al-Ouran surah Al-Anbiyâ' ayat 87-88.

35. Doa Agar Kesempurnaan Cahaya
Artinya: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa alas segala sesuatu." (Al-Tahrîm: 8).

Penjelasan:
Doa di atas baik sekali dibaca dalarn berbagai kesempatan. Karena doa ini merupakan doanya orang mukmin yang memperoleh kebahagiaan sempurna, mendapatkan keridhaan Allah pada hari kiamat.

Selain memperhatikan adab-adab berdoa, hendaknya kita juga memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab atau waktu dimana doa tersebut lebih mudah dikabulkan, berikut adalah beberapa waktu yang sangat baik untuk berdoa:

1. 1/3 Malam Terakhir

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Rabb kita tabaroka wata’ala turun ke langit dunia setiap malam, yakni ketika tiba waktu sepertiga malam yang terakhir”. Dia berfirman: “Siapa yang berdoa kepadaKu niscaya Aku beri, dan siap yang memohon ampun kepadaKu, niscaya Aku ampuni. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud)

2. Jeda Waktu Adzan dan Iqomat

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda: “Doa orang yang dipanjatkan pada waktu antara adzan dan iqomat tidak akan ditolak (oleh Allah).” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dishahihkan oleh Albani)

3. Pada Waktu Selesai Sholat 5 Waktu

Dari Abu Umamah, Dia berkata: “Pernah ada seseorang bertanya: “Manakah doa yang paling didengar (oleh Allah)? Beliau menjawab: “Yang dipanjatkan pada akhir malam dan setelah selesainya sholat Fardlu.” (HR. Tirmidzi dishahihkan Albani)

4. “Pada Hari Jumat hingga Selesai Sholat Jumat

Dari. Abu Hurairah, ia berkata:”Abul Qasim pernah bersabda:”Sesungguhnya pada hari Jumat itu ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim bisa mengerjakan sholat dan memohon kebaikan tepat pada saat itu, melainkan Allah pasti akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Nasa’i)


Wallahu Alam, semoga bermanfaat doa dalam Al-Quranul Qarim ini buat kita semuanya...

Diposting oleh SUPER HERBALIS Senin, 28 Maret 2011 0 komentar

Subscribe here